Percasi Malinau Utus 3 Atlet Belia ke Kuala Lumpur, Unjuk Gigi di Malaysia Chess Festival 2026
Cornel Dimas Satrio August 26, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Malinau resmi memberangkatkan tiga atlet muda untuk berlaga di ajang internasional 21st Malaysia Chess Festival 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur.

Ketiga pecatur belia yang dikirim mencakup Ivander Rins, peserta didik dari TK Kasih Bunda yang bertanding di kelompok umur 6 tahun. 

Selanjutnya ada Gardiovic Jocheved Monba, pecatur sekaligus siswa di SMPN 2 Malinau di kelompok umur 12 tahun. S

Sementara itu, Aaron Matthew Pirade, pelajar asal SMPN 1 Malinau, bertanding di kelompok umur 14 tahun.

Tim didampingi langsung pelatih bergelar Master Internasional, Michael Owen.

26082026 Ketua Percasi Malinau, Jakaria
KIRIM ATLET- Ketua Percasi Malinau, Jakaria saat ditemui seusai pelepasan atlet catur belia, di Malinau, Kalimantan Utara, Rabu (26/8/2026). Tiga pecatur belia disiapkan unjuk gigi di turnamen catur internasional, 21st Malaysia Chess Festival 2026 di Kuala Lumpur.

Baca juga: 14 Cabang Olahraga Belum Setor Berkas Teknis, Berapa Cabor Dipertandingkan di Porprov Kaltara 2026?

Ketua Percasi Kabupaten Malinau, Jakaria, mengungkapkan pengiriman para pecatur belia ini merupakan bagian dari pembinaan berjenjang. 

Selain mengejar prestasi, kehadiran atlet muda asal Malinau di level internasional dipandang sebagai kesempatan untuk mengenalkan potensi daerah perbatasan di kancah global.

"Ini momentum unik karena kita mengirimkan atlet mulai dari usia 6 tahun hingga tingkat SMP. Harapan kami tentu mereka bisa tampil maksimal, membawa pulang gelar juara, sekaligus menjadi duta daerah di tingkat internasional," ujar Jakaria usai pelepasan atlet di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (26/8/2026).

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malinau mendukung seluruh keberangkatan tim.

Ketua Umum KONI Malinau, Ernes Silvanus, juga melepas langsung kontingen tersebut menuju negeri tetangga. 

Selain menanggung operasional dan akomodasi tim, investasi pada atlet usia dini dinilai penting untuk mengasah mental bertanding sejak awal.

Ernes menekankan bertanding di kancah internasional bukanlah hal mudah.

Pasalnya, lawan yang dihadapi merupakan pecatur terlatih.

Oleh karena itu, Ernes mengingatkan, pengalaman ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah bersama KONI dalam membina atlet usia dini sebagai aset masa depan Malinau.

"Harapan kita, masyarakat Malinau turut memberikan dukungan doa kepada atlet kita yang bertanding, serta memberi dukungan moril kepada pemerintah daerah, KONI, cabor, maupun para atlet," tutur Ernes.

Rombongan bertolak melalui Tarakan sebelum bertanding pada 28 hingga 30 Agustus 2026 di Kuala Lumpur.

Keikutsertaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi cabang olahraga lain di Malinau untuk terus aktif membina atlet generasi muda.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.