Tribunlampung.co.id, Jakarta - Gelombang solidaritas dan dukungan moral dari masyarakat luas terus berdatangan menjelang rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang akan digelar oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Baca juga: Demo BEM UI Diwarnai Cekcok, Massa Aksi Sempat Adu Urat dengan Polisi
Di tengah dinamika yang terjadi, termasuk polemik pemblokiran rekening donasi oleh pihak berwenang, aliran bantuan bagi para peserta aksi justru dilaporkan semakin tak terbendung.
Berbagai bentuk uluran tangan, mulai dari sumbangan finansial hingga pasokan logistik pangan, dikumpulkan secara swadaya oleh para simpatisan demi menunjang kebutuhan di lapangan.
Pihak panitia pengarah pun bergerak cepat melakukan konsolidasi guna memastikan seluruh bantuan yang masuk dapat dikelola secara transparan melalui dapur umum serta tempat perlindungan sementara.
Segenap persiapan teknis ini dimatangkan secara intensif guna menyambut kedatangan massa dari berbagai penjuru wilayah penyangga ibu kota pada perhelatan aksi unjuk rasa mendatang.
Bantuan diberikan secara langsung setelah rekening donasi yang disebut berkaitan dengan kegiatan tersebut diblokir. Perwakilan AMPB Jabodetabek, Heri, mengatakan pihaknya masih menerima bantuan dari masyarakat.
Bantuan tersebut berupa uang tunai maupun berbagai kebutuhan logistik yang akan digunakan selama kegiatan aksi. Menurut Heri, bantuan yang terkumpul akan dikoordinasikan dan didistribusikan melalui dapur umum maupun tempat yang telah disiapkan sebagai safe house.
"Memang hari ini kita tidak membuka posko. Nanti kalau membuka posko, bisa menghubungi saya. Barang-barang logistik ini juga nanti kita koordinasikan," ujar Heri, Selasa (25/8/2026), dilansir Tribunnews.com.
Heri mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari persiapan menjelang aksi yang direncanakan berlangsung di kawasan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).
Bantuan yang diterima, kata dia, masih dalam tahap pengumpulan dan koordinasi. Pada Selasa, AMPB Jabodetabek belum membuka posko resmi.
Namun, masyarakat yang ingin memberikan bantuan masih dapat berkoordinasi dengan pihak yang ditunjuk. Sementara itu, mengenai rekening donasi yang disebut berkaitan dengan pemanggilan oleh Polda Metro Jaya, Heri mengatakan persoalan tersebut berada di luar kewenangannya.
Ia menyebut pihak yang terkait dengan rekening tersebut kemungkinan akan memenuhi panggilan kepolisian, tetapi belum dapat memastikan kehadirannya.
"Untuk yang terkait rekening donasi, itu di luar kewenangan saya. Kemungkinan akan memenuhi panggilan, tetapi saya belum bisa memastikan," kata Heri.
Selain menyiapkan kebutuhan aksi pada 27 Agustus, AMPB Jabodetabek masih menunggu keputusan pimpinan mengenai kemungkinan adanya aksi lanjutan.
Heri mengatakan keputusan tersebut akan ditentukan melalui koordinasi internal pimpinan AMPB. Dengan demikian, belum terdapat kepastian mengenai bentuk maupun waktu aksi lanjutan setelah kegiatan pada 27 Agustus.
Rencana aksi di Jakarta merupakan bagian dari penyampaian aspirasi warga Pati yang sebelumnya telah menjadi perhatian publik. Persiapan kegiatan mencakup koordinasi peserta serta pengadaan kebutuhan logistik.
AMPB Jabodetabek belum menyampaikan secara rinci jumlah dana yang telah terkumpul maupun jumlah masyarakat yang memberikan bantuan.
Adapun informasi mengenai pemblokiran rekening donasi dan pemanggilan oleh kepolisian masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang dan pemilik rekening untuk memastikan status serta alasan tindakan tersebut.
Rencana aksi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus diperkirakan melibatkan masyarakat Pati dan warga dari wilayah Jabodetabek. Dukungan logistik yang masih diterima menunjukkan adanya masyarakat yang memberikan bantuan untuk persiapan kegiatan tersebut.