Lahan Kosong di Sabang Mulai Digarap, 40 Hektare Disiapkan untuk Padi Gogo
Eddy Fitriadi August 26, 2026 09:24 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Lahan yang selama ini belum produktif di Kota Sabang mulai diarahkan untuk menghasilkan pangan. Tahun ini, sekitar 40 hektare lahan disiapkan untuk pengembangan padi gogo yang tersebar di tiga kecamatan.

Program tersebut menjadi salah satu pilihan untuk memperluas areal tanaman pangan di Sabang yang memiliki keterbatasan lahan persawahan.

Tahun 2026 penanaman perdana dilakukan di Jurong Cot Mancang, Gampong Cot Ba’u, Kecamatan Sukajaya, di atas lahan milik warga seluas sekitar 5.000 meter persegi.

Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam, mengatakan lahan kosong perlu dimanfaatkan agar tidak menjadi lahan tidur.

“Karena kita tidak memiliki sawah, maka tanah-tanah kosong yang ada perlu dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, baik padi gogo, jagung maupun tanaman pangan lainnya,” kata Zulkifli, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, pengembangan tanaman pangan di lahan nonpersawahan dapat menjadi alternatif untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekaligus membuat lahan yang sebelumnya tidak produktif memiliki nilai ekonomi.

Ia meminta petani tetap optimistis dalam mengembangkan padi gogo dan mengikuti pendampingan dari penyuluh pertanian, terutama dalam menentukan teknik budidaya dan waktu tanam.

“Petani harus optimistis dan tidak mudah menyerah. Yang paling penting, ikuti apa yang disampaikan oleh penyuluh,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Widya, mengatakan pengembangan padi gogo tahun ini telah diusulkan sekitar 40 hektare melalui Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).

Areal tersebut tersebar di Kecamatan Sukajaya, Sukakarya dan Sukamakmur.

“Untuk tahun ini, usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) kita sekitar 40 hektare yang akan dikembangkan di Kecamatan Sukajaya, Sukakarya dan Sukamakmur,” kata Widya.

Ia menyebut penanaman perdana dilakukan di Cot Mancang. Selanjutnya, penanaman akan menyasar beberapa lokasi lain, di antaranya Jaboi, Batee Shoek, Paya dan Balohan.

Menurut Widya, pemerintah tidak hanya menyiapkan benih, tetapi juga melakukan pendampingan kepada petani selama proses budidaya.

“Kami akan selalu melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap petani gogo melalui penyuluh di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Baca juga: Momen Maulid Dongkrak Belanja Warga Sabang, Cabai Rawit Tembus Rp 60 Ribu

Dukungan sarana produksi juga disiapkan, termasuk pupuk serta obat-obatan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.

“Nanti kita juga akan support bantuan pupuk, kemudian bantuan obat-obatan seperti insektisida, fungisida dan herbisida,” kata Widya.

Untuk kebutuhan benih, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang mendapat dukungan bantuan dari APBN. Penanaman padi gogo ditargetkan berlangsung secara bertahap mulai Agustus hingga Oktober.

Dengan pola tersebut, lahan yang sebelumnya belum produktif diharapkan bisa dimanfaatkan untuk tanaman pangan. Pemerintah daerah juga membuka peluang pengembangan komoditas lain seperti jagung di lahan yang memiliki karakteristik sesuai.

Pengembangan tanaman pangan di lahan kering menjadi salah satu upaya Sabang memperluas sumber produksi pangan tanpa bergantung pada ketersediaan lahan persawahan.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.