Liputan6.com, Jakarta Resep Nasi Uduk Gulung Abon memadukan dua hal yang disukai banyak orang, yaitu nasi uduk gurih beraroma santan dan abon sapi yang manis-gurih, lalu dikemas dalam bentuk gulungan mungil mirip sushi. Tampilannya yang menarik membuatnya cocok untuk bekal anak, camilan sore, sampai suguhan di meja makan keluarga. Kamu tidak butuh keahlian khusus untuk membuatnya karena kuncinya hanya pada cara mengepal dan menggulung nasi.
Nasi uduk sendiri sudah lama jadi menu sarapan andalan warga Jakarta. Dari akar itulah kreasi gulung abon lahir sebagai versi modern yang lebih ramah untuk anak-anak dan gampang dibawa ke mana saja. Sebelum masuk ke takaran dan langkah, ada baiknya kamu mengenal karakter nasi uduk supaya hasil gulunganmu padat, wangi, dan tidak mudah buyar.

Nasi uduk adalah nasi yang dimasak bersama santan dan aneka rempah sehingga menghasilkan aroma harum dan rasa gurih yang khas. Sebagai hidangan bersantan khas Betawi, sajian ini identik dengan masyarakat Betawi di Jakarta, komunitas yang terbentuk dari perpaduan tradisi lokal dengan pengaruh budaya Tionghoa, India, dan Arab.
Merujuk buku "Kuliner Betawi Selaksa Rasa & Cerita" (2016) terbitan Akademi Kuliner Indonesia, istilah "uduk" secara etimologi berkaitan dengan makna "susah", karena nasi ini dahulu kerap disantap para petani dan pekerja kasar. Ada pula pendapat yang mengaitkan kata "uduk" dengan "aduk" alias campur, merujuk cara santan dan bumbu dicampurkan ke dalam beras. Kalau kamu ingin membuat versi klasiknya lebih dulu, resep nasi uduk rumahan bisa jadi titik awal yang mudah diikuti.
Yang membedakan nasi uduk dari nasi bersantan lain adalah profil bumbunya. Nasi uduk berbeda dari nasi gurih yang berakar dari Sumatra, nasi liwet khas Solo yang dimasak bersama ikan asin, maupun nasi lemak versi Melayu-Singapura. Aromanya dibangun dari bawang putih dan bawang merah yang ditumis bersama serai dan daun salam, lalu diperkaya santan, daun jeruk, daun pandan, serta rempah seperti cengkih, kapulaga, dan kayu manis. Ketebalan rempah inilah yang membuat rasa gulungan lebih hidup dibanding nasi biasa, dan tetap terasa cita rasa otentik khas Betawi-nya.
Menyajikan nasi dalam bentuk kepalan padat bukan tradisi baru di Asia. Di Jepang, nasi kepal atau onigiri sudah lama jadi cara menyantap nasi yang mengakar dalam keseharian.
Pada nasi uduk gulung abon, konsep itu diterapkan dengan mengganti nasi putih menjadi nasi uduk gurih, sementara pembungkusnya memakai telur dadar dan nori. Jika kamu ingin mendalami bentuk dan cara mengepalnya, teknik dasar nasi kepal khas Jepang maupun onigiri aneka rasa bisa kamu jadikan rujukan.

Mengutip Alphafoodie, beras jasmine atau jenis long-grain jadi pilihan tradisional untuk nasi bersantan, sedangkan santan kental berlemak penuh menghasilkan tekstur paling pulen dan wangi. Dua hal itu penting karena butiran yang pulen jauh lebih mudah dikepal dan digulung. Bila ingin tahu beragam variasi nasi uduk lebih dulu, kamu bisa menyesuaikan bumbunya dengan selera keluarga.
Kalau ingin menanaknya memasaknya dengan rice cooker, semua bahan nasi uduk cukup dimasukkan sekaligus tanpa perlu kompor terpisah.

Secara tradisional, nasi uduk dimasak setengah matang lalu dikukus, dan biasa disajikan hangat sebagai sarapan bersama telur dadar gulung. Versi gulung berikut memakai rice cooker agar lebih ringkas, sehingga kamu bisa punya sajian nasi uduk yang praktis tanpa repot.


Versi lebih ringan. Kurangi santan dan ganti sebagian dengan air atau susu rendah lemak. Hasilnya tetap gurih tetapi lebih ringan, cocok untuk anak yang belum terbiasa dengan santan pekat.
Versi pedas. Gunakan abon sapi pedas atau selipkan sedikit sambal kering di antara nasi dan telur. Rasa pedas gurih ini menyeimbangkan manisnya abon tanpa mengubah teknik menggulung. Kreasi serupa juga muncul pada kreasi kimbab nasi uduk yang menggabungkan cita rasa Nusantara dan Korea.
Versi ganti protein. Abon sapi bisa ditukar abon ayam atau abon ikan sesuai selera dan ketersediaan. Kamu juga bisa menambahkan irisan timun atau wortel di tengah gulungan agar teksturnya makin kaya, seperti aneka lauk pendamping nasi uduk yang biasa disajikan berdampingan.

Gulungan yang sudah dirakit dengan telur dan nori paling nikmat disantap hari itu juga. Namun, nasi uduk polosnya sendiri termasuk yang tahan disimpan, bahkan bisa dibekukan hingga satu bulan, lalu dicairkan semalaman di kulkas sebelum dipanaskan kembali; sebaiknya pelengkap tidak ikut dibekukan. Untuk stok harian, simpan nasi uduk di wadah kedap udara di kulkas, lalu rakit gulungannya saat mau disajikan. Cara ini juga berlaku untuk aneka olahan telur untuk bekal yang lebih segar bila dirakit mendekati waktu makan.
Untuk bekal, tata gulungan berdiri di kotak makan agar bentuknya tidak tertekan, lalu beri sekat kecil antara nasi dan lauk basah. Kemasan seperti ini membuat gulungan tampil rapi selayaknya resep sushi untuk bekal, sekaligus jadi alternatif dari kreasi bola nasi yang juga praktis dipegang anak.
Pilih abon dengan serat halus, warna cokelat merata, dan aroma harum tanpa bau tengik. Abon berkualitas biasanya lebih kering sehingga menempel rapi dan tidak membuat nasi cepat lembap, mirip prinsip memilih isian pada nasi kepal aneka isian.
Dengan bahan sederhana dan teknik yang gampang ditiru, nasi uduk gulung abon layak jadi andalan untuk sarapan cepat, camilan, hingga bekal harian. Kombinasikan dengan bekal anak yang tetap enak meski sudah dingin, dan meja makanmu pun terasa lebih istimewa. Selamat mencoba.