Boat Listrik di Pulau Sembur Batam Jadi Solusi Hemat BBM, Sekali Cas Bisa Berlayar 2 Jam
Dewi Haryati August 26, 2026 09:27 PM

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sebuah boat berwarna biru cerah terlihat bersandar di perairan Pulau Sembur, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Bodi utama boat berbahan fiber tersebut dilengkapi kanopi pada bagian atasnya.

Di atas kanopi terpasang panel surya yang menjadi bagian dari sistem pemanfaatan energi bersih pada perahu.

Sementara di bagian buritan, terlihat bendera Merah Putih berkibar.

Logo Pertamina New & Renewable Energy (NRE) dan tulisan Utomo Pyxis juga tertera pada lambung kapal.

Boat itu memiliki dek terbuka yang cukup luas di bagian tengah, dilengkapi pegangan besi di sisi-sisinya.

Pada bagian belakang terdapat mesin penggerak yang digunakan untuk mengoperasikan perahu.

Boat tersebut merupakan bagian dari proyek percontohan pemanfaatan energi baru dan terbarukan di Pulau Sembur.

Salah satu rencananya digunakan untuk mengangkut barang, termasuk mendistribusikan es dari ice maker di Pulau Sembur menuju Koperasi Kelurahan Galang Baru.

Bagi warga yang telah mencobanya, penggunaan boat listrik juga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan perahu berbahan bakar minyak.

Junaidi (50), warga Pulau Sembur, mengaku penggunaan boat tersebut lebih hemat untuk aktivitas di laut.

"Kalau buat pribadi, biasanya kita bisa Rp100 ribu sehari Pertalite minimal. Tapi kalau dengan ini kita lebih hemat karena pakai cas listrik," ujar Junaidi, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, penggunaan perahu berbahan bakar Pertalite tetap membuat nelayan harus mengeluarkan biaya meski hasil tangkapan tidak banyak.

"Kalau di laut itu pakai Pertalite kalau enggak dapat ikan ya kita tekor. Tapi kalau ini ya enggak ada kata tekornya, berapa pun kita dapat," katanya.

Junaidi mengatakan boat tersebut memiliki kecepatan maksimal sekitar 6 knot.

Pengisian daya membutuhkan waktu sekitar dua jam, saat digunakan dengan kecepatan penuh, boat dapat beroperasi sekitar dua jam.

Namun, jika digunakan secara normal, waktu pemakaiannya dapat lebih lama.

Boat tersebut juga mampu membawa muatan hingga sekitar setengah ton.

Mengenai boat tersebut, Direktur Project dan Operasi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), Norman Ginting, mengatakan boat tersebut masih menjadi proyek percontohan.

Untuk tahap awal, baru satu unit yang digunakan. Menurut Norman, penggunaan boat listrik diharapkan dapat menghemat biaya operasional dibandingkan perahu berbahan bakar BBM.

Ia memperkirakan biaya pengisian daya hanya sekitar sepertiga dari pengeluaran BBM.

"Kalau kita ganti gunakan ini, ya mungkin sepertiganya kali, karena untuk charging doang. Jadi lumayan saving-nya akan lumayan," kata Norman.

Boat tersebut nantinya dapat mendukung distribusi barang, termasuk es yang diproduksi ice maker di Pulau Sembur.

Pemanfaatannya akan dikoordinasikan melalui koperasi agar dapat digunakan sesuai kebutuhan anggota.

Norman mengatakan penambahan unit boat listrik masih memungkinkan setelah melihat hasil uji coba, termasuk jarak tempuh dan aspek keselamatan.

Untuk saat ini, Pulau Sembur menjadi lokasi percontohan pemanfaatan energi bersih yang tidak hanya menyasar kebutuhan listrik rumah tangga.

Energi tersebut juga mulai diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, dari produksi es hingga transportasi barang. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.