Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Krysogonus Ahoinai menyebut pihaknya telah menuntaskan pembangunan 300 unit WC Sehat tahun anggaran 2025. Pembangunan WC itu menyasar 14 desa di Kabupaten TTU.
Ia menerangkan, pembangunan WC Sehat itu bersumber dari APBD tahun 2025 lalu. Pembangunan WC Sehat itu dilaksanakan sesuai rancangan yang ditetapkan.
"Pembangunan 300 unit WC sehat itu tersebar di 14 desa di kabupaten TTU," ujar Krysogonus pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Dikatakan Krysogonus, semua pembangunan WC sehat sudah tuntas dilaksanakan di 14 desa. penyerahan kepada warga telah dilaksanakan di 13 desa.
Baca juga: Diduga Palsukan Stempel untuk Pungli, Oknum Kabid di Kabupaten TTU Terancam Dipecat
Sementara satu desa lainnya yakni Desa Makun, Kecamatan Biboki Feotleu belum dilaksanakan serah terima. Pelaksanaan serah terima WC Sehat di desa ini sedang dikoordinasikan.
Krysogonus menyebut, semua WC Sehat di Desa Makun yang telah tuntas dikerjakan rencananya akan diresmikan pada tanggal 6 September 2026. WC Sehat ini merupakan program sanitasi dari Dinas PUPR Kabupaten TTU.
Sebelumnya, Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam penuntasan pembangunan MCK ini. Pembangunan MCK Sehat ini bersumber dari anggaran DAK APBD TTU tahun 2025.
Bantuan sanitasi tersebut merupakan wujud kehadiran negara khususnya Pemkab TTU bagi masyarakat akar rumput.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat penerima manfaat dan kepada semua pihak yang telah membantu menuntaskan program ini.
Pada tahun 2025, Pemda TTU sudah membangun kurang lebih 400 unit Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) berupa Tangki Septik yang tersebar di 16 Desa di TTU. Pemda TTU juga berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan akses pembangunan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Baginya, sejauh ini, persoalan bersama yang harus diatasi bersama adalah membuang hajat tidak pada tempatnya serta membuang sampah sembarangan serta kurangnya kesadaran akan kebersihan lingkungan dan kebersihan diri.
Kesadaran ini harus dibangun secara kolektif sehingga tidak berdampak pada lingkungan.
Kabupaten TTU, kata Falentinus, berkomitmen memberikan akses kesehatan yang layak untuk masyarakat. Selain itu, upaya mengatasi persoalan-persoalan di atas juga bakal dilaksanakan secara komprehensif.
Ia berharap, para penerima manfaat bisa menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama. (bbr)