SURYA.co.id - Loyalitas tanpa batas kembali ditunjukkan oleh Stemba Mania, sebutan untuk pendukung setia SMKN 5 Surabaya.
Meski tim basket kebanggaan mereka belum berhasil memetik kemenangan di laga kedua Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, energi di tribun DBL Arena justru semakin membara.
Menghadapi SMAN 15 Surabaya pada Jumat (21/8), ribuan suporter SMKN 5 Surabaya memenuhi tribun dengan semangat yang tak kunjung padam. Bagi mereka, mendukung sekolah bukan soal menang atau kalah saja, melainkan tentang menjaga konsistensi atmosfer pertandingan.
“Gak mungkin kita di match pertama yang bawa energi sebegitu besar, tapi pada saat match kedua kita turun,” tegas Eko Naredin, salah satu koordinator Stemba Mania.
Pada pertandingan kali ini, Stemba Mania mencuri perhatian lewat koreografi megah bertajuk “Sang Pemurni”.
Karya visual ini bukan sekadar hiasan tribun, melainkan simbol pembersihan diri dan transformasi energi negatif menjadi kekuatan positif untuk tim basket mereka.
Eko menjelaskan bahwa konsep ini lahir dari keinginan para suporter untuk menetralkan segala hambatan yang ada di musim ini. “Jadi kayak dia sebagai Sang Pemurni, kayak menetralkan lagi biar balik seperti awal,” tutur Eko mengenai filosofi di balik karyanya.
Di balik kemegahan yang tersaji di DBL Arena, ada pengorbanan besar dari para siswa SMKN 5 Surabaya. Sebanyak 30 anggota tim kreatif harus berjibaku dengan waktu yang sangat mepet untuk menyelesaikan delapan bagian koreografi.
“Kita ngebut. Ngebut koreo dalam waktu enam hari itu kita harus membuat delapan koreo sekaligus,” ungkap Eko.
Proses pengerjaannya pun penuh tantangan. Mulai dari kendala teknis seperti toko cat yang tutup hingga harus menjahit bagian-bagian besar secara manual. Kopi, mi instan, kompor, hingga losion anti nyamuk menjadi saksi bisu perjuangan mereka yang harus terjaga hingga pagi demi memberikan yang terbaik bagi sekolah.
Lebih dari sekadar bernyanyi, Stemba Mania juga menunjukkan solidaritas tinggi dengan membantu membiayai tiket bagi rekan sejawat agar massa di tribun tetap maksimal.
Hal ini dilakukan semata-mata demi menjaga mental para pemain di lapangan.
Bagi Eko, melihat tribun yang penuh sesak oleh warna kebesaran SMKN 5 Surabaya adalah sebuah kebanggaan yang sulit dilukiskan. “Kayak membuat arek Stemba bangga lah. Soale Stemba iso koyok ngene,” katanya dengan nada bangga.
Meski perjalanan tim basket SMKN 5 Surabaya di Round 1 musim ini cukup berat dengan dua kekalahan beruntun, harapan Stemba Mania belum pupus. Mereka hanya menginginkan satu hal: sebuah kemenangan manis sebagai kado bagi perjuangan mereka di tribun.
“Seenggaknya di DBL tahun ini Round 1 ada lah yang menang, biar arek suporter agak senang,” harap Eko menutup pembicaraan.