Benda Diduga Peluru Angin Ditemukan di Menu MBG, SPPG Sindangsari Disuspend
Laksmi Anindita August 26, 2026 09:38 PM

TRIBUNWOW.COM - Video seorang guru yang menunjukkan benda asing menyerupai peluru dari potongan daging dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.

Benda tersebut dilaporkan ditemukan oleh siswa kelas 5 SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, saat menyantap makanan MBG.

Dalam video yang beredar, guru memperlihatkan benda tersebut dan mempertanyakan pengawasan terhadap makanan yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangsari.

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Fitra Alfarisi, membenarkan adanya laporan mengenai temuan benda asing tersebut.

Sebagai langkah awal, operasional SPPG Sindangsari dihentikan sementara. Penghentian dilakukan selama tim melakukan penelusuran untuk mengetahui asal benda yang ditemukan.

"Sudah monitor, itu dapurnya sudah di-suspend. Saat ini, tim kami masih mencari tahu peluru senapan angin itu berasal dari mana," kata Fitra kepada Kompas.com, Rabu (26/8/2026).

Fitra menjelaskan, laporan mengenai temuan tersebut sebenarnya telah diterima sebelumnya. Kejadian itu disebut berlangsung pada 14 hingga 16 Agustus 2026.

Setelah menerima laporan, pihak terkait telah melakukan pengecekan. Namun, video mengenai temuan tersebut kembali menjadi perhatian setelah tersebar luas di media sosial.

Daging Diperiksa di Laboratorium

Daging yang diduga mengandung benda menyerupai peluru telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara untuk diperiksa.

Uji laboratorium dilakukan guna memastikan jenis benda tersebut sekaligus menelusuri kemungkinan asalnya.

Fitra mengatakan pihaknya belum dapat memastikan bagaimana benda tersebut bisa masuk ke dalam makanan sebelum hasil pemeriksaan keluar.

"Kami masih menunggu hasil penelusuran mengenai asal-usul benda tersebut serta memastikan bagaimana benda itu bisa masuk ke dalam makanan," ujarnya.

KPPG Lampung dan Bengkulu juga meminta seluruh SPPG memperketat pengawasan. Pemeriksaan harus dilakukan sejak proses pengolahan makanan hingga pendistribusiannya kepada penerima manfaat.

Fitra mengimbau seluruh SPPG memastikan makanan yang disajikan higienis, bergizi, dan aman dikonsumsi.

Menurutnya, laporan dari masyarakat juga akan menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan program MBG.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyediakan kanal pengaduan masyarakat melalui Call Center SAGI 127 yang beroperasi selama 24 jam. Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui PO Box yang disediakan BGN.

Hingga kini, asal benda yang ditemukan dalam makanan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan. Operasional SPPG Sindangsari dihentikan sementara selama proses penelusuran berlangsung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.