Dari Yoga hingga Hyrox, MaRI Makassar Bikin Senin Lebih Asyik
Hasriyani Latif August 26, 2026 11:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar memperkenalkan program baru bertajuk I Love Monday. 

Program ini merupakan kegiatan yang memadukan olahraga, hiburan, dan aktivitas komunitas untuk mengubah suasana awal pekan menjadi lebih menyenangkan.

Program diperkenalkan melalui edisi perdana di Main MaRI, Jl Ratulangi, Makassar, Rabu (26/8/2026).

I Love Monday selanjutnya akan menjadi program reguler yang digelar sekali setiap bulan pada hari Senin. 

MaRI adalah pusat perbelanjaan di bawah naungan Kalla Group yang didirikan tahun 1999.

Mal di Jl Ratulangi ini mencetak sejarah sebagai mal pertama di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Di awal kehadirannya, MaRI jadi simbol status sosial di mana pengunjung mal merupakan reakreasi eksklusif.

Fungsi mal kemudian bergeser pada tahun 2010-an jadi tempat berkumpul, area produktif, dan lokasi tren fesyen.

Hingga saat ini MaRI bertransformasi menjadi ruang publik yang adaptif terhadap gaya hidup masyarakat.

Baca juga: 152 Peserta Ikuti Nature Yoga di Bugis Waterpark Adventure, Gabungkan Olahraga dan Relaksasi Alam

Marketing & Communication Manager Kalla Property, Datu Primadona Husain mengatakan I Love Monday lahir dari upaya MaRI membaca perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan.

Menurutnya, masyarakat kini tidak hanya membutuhkan pusat perbelanjaan untuk berbelanja dan menikmati kuliner. 

Tetapi juga membutuhkan ruang untuk berolahraga, mendapatkan hiburan, dan berinteraksi dengan komunitas.

"MaRI terus berupaya menjadi ruang yang relevan dengan kebutuhan masyarakat urban. Karena itu, kami ingin menghadirkan lebih banyak aktivitas yang menggabungkan wellness, entertainment, dan community," jelas Ona, sapaannya.

I Love Monday akan memanfaatkan area-area publik di MaRI sebagai ruang aktivitas. 

Main Atrium menjadi salah satu lokasi yang memungkinkan kegiatan olahraga berlangsung terbuka dan dapat dinikmati pengunjung.

Pemilihan hari Senin sebagai waktu pelaksanaan bukan tanpa alasan.

MaRI ingin memberikan alternatif kegiatan bagi masyarakat setelah menjalani hari pertama kerja dalam sepekan.

Dari Yoga hingga Hyrox

Program I Love Monday menyasar masyarakat perkotaan yang menjadikan olahraga dan aktivitas kebugaran sebagai bagian dari gaya hidup.

Masyarakat dapat mengikuti beragam aktivitas olahraga dan kebugaran, seperti yoga, pilates, hingga Hyrox.

Konsep kegiatan dibuat dinamis. 

Setiap edisi dapat menghadirkan jenis aktivitas olahraga yang berbeda sehingga pengunjung tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru setiap bulannya.

Kegiatan juga dipadukan hiburan musik. 

DJ vinyl, band, maupun musisi lokal akan hadir menemani pengunjung setelah berolahraga.

Yoga merupakan latihan olah tubuh dan pikiran yang berfokus pada fleksibilitas, keseimbangan, pernapasan (pranayama), serta ketenangan mental melalui berbagai pose (asana) dan meditasi.

Pilates merupakan sistem latihan fisik yang berfokus pada penguatan otot inti (core), perbaikan postur tubuh, kontrol gerakan, dan fleksibilitas dengan bantuan matras maupun alat khusus (reformer).

Minat masyarakat Makassar terhadap kedua jenis olahraga tersebut terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Ini terlihat dari semakin banyaknya kelas-kelas yoga dan pilates dibuka di Kota Daeng ini.

Studio Yoga, misalnya, ada sekitar 7-10 studio yang aktif.

Seperti di Kaori Yoga Studio Jl Gunung Merapi, WN Yoga Studio Jl Pengayoman, dan Studio Yoga Makassar.

Selain studio tertutup, kegiatan yoga di Makassar juga sering diadakan secara outdoor di area pusat perbelanjaan.

Seperti Nipah Park dengan program Sunset Yoga, MaRI, dan Bugis Waterpark dengan program Nature Yoga.

Sementara Hyrox juga menjadi tren baru di Makassar usai semakin banyak konten di media sosial dan bertambahnya penyelenggaraan event Hyrox maupun hybrid fitness di berbagai kota di Indonesia hingga luar negeri.

Hyrox adalah ajang perlombaan kebugaran hibrida (fitness race) berskala global yang menggabungkan lari sejauh 1 km yang diselingi dengan 1 stasiun latihan fungsional (seperti ski erg, sled push, hingga wall balls), dan diulang sebanyak delapan kali.

Tren ini muncul seiring perubahan pola olahraga masyarakat yang kini tidak hanya mengejar bentuk tubuh ideal, tetapi juga menginginkan tantangan.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudi Salam

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.