TRIBUNMANADO.CO.ID - MINAHASA - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa tak terlalu banyak menargetkan sambungan baru pada 2026.
"Tahun ini kami targetkan itu hanya sekitar 178 sambungan baru," jelas Dirut PDAM Minahasa Denny Tangkere, Rabu, 26 Agustus 2026.
Itupun baru terealisasi sekitar 20-an sambungan baru.
Ada bebeberapa hal yang menjadi kendalanya, yaitu produksi air yang masih kurang belakangan akibat cuaca panas berkepanjangan.
"Jangan sampai saat dipasang, malah tidak kebagian air atau kurang air yang didapat," jelas dia.
Selain itu biaya untuk melakukan sambungan baru sangat tinggi, namun aturan yang digunakan masih lama.
"Biaya sambungan baru itu menurut aturan lama tahun 2003 sekitar Rp900an ribu, sedangkan biaya saat ini untuk pemasangan sudah mencapai Rp1,6 juta," jelasnya.
Jelas jika lakukan pemasangan sambungan baru, PDAM Minahasa akan mengalami kerugian.
"Kami harus tarik biaya sesuai dengan aturan, tidak boleh lebih dari itu, meski biayanya tinggi saat ini," jelasnya.
Ia berharap agar aturan tersebut bisa disesuaikan dengan harga yang ada saat ini, sehingga PDAM tidak lagi mengalami kerugian.
Selain itu, saat ini kemungkinan untuk dilakukan sambungan baru hanya beberapa titik saja sesuai ketersediaan air.
"Kemungkinan besar pemasangan baru itu di wilayah Mandolang dan Pineleng," jelasnya.
Ia juga berharap agar adanya tambahan penyertaan modal untuk penambahan jaringan.
"Infrastruk juga musti diperbaiki," jelas dia.
Kantor PDAM Minahasa terletak di Komplek Stadion Maesa Tondano, Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Sementara ke Kantor PDAM Minahasa ke Kantor Bupati Minahasa berjarak sekitar 1,9 kilometer dengan waktu tempuh berkisar 4 menit berkendara. (amg)
Baca juga: 52 Kebakaran Terjadi Sejak Awal Agustus di Minahasa, TPA Kulo Paling Lama Ditangani