Banjarbaru (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendirikan dapur umum yang menyediakan 8.200 porsi makanan bagi personel satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 14 hari operasional di kawasan hutan lindung di Jalan Golf, Banjarbaru.

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinsos Kalsel Yoefi Fahromi di Banjarbaru, Rabu, mengatakan dapur umum tersebut dimaksimalkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi para petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla di lapangan.

“Hari pertama kita melaksanakan dua kali masak. Mulai besok kita maksimalkan menjadi tiga kali masak dalam sehari. Sekali masak kita siapkan sekitar 200 porsi sehingga total 600 porsi per hari untuk mereka,” ujarnya.

Dapur umum tersebut didirikan di halaman rumah milik Hamid, Jalan Padang Golf RT 013/RW 004, Banjarbaru, di depan SMPN 11 Banjarbaru, dengan operasional yang direncanakan berlangsung selama 14 hari untuk memenuhi kebutuhan konsumsi petugas dan relawan.

Yoefi mengapresiasi pemilik rumah yang telah memberikan tempat untuk mendukung operasional dapur umum Dinsos Kalsel karena dukungan tersebut membantu kelancaran pemenuhan konsumsi petugas dan relawan selama penanganan karhutla di lapangan.

“Sekitar 200 porsi sekali masak, dapur umum tersebut pada hari pertama melaksanakan dua kali kegiatan memasak, kemudian mulai hari berikutnya menjadi tiga kali masak setiap hari selama masa operasional yang telah ditetapkan,” ucapnya.

Dia mengatakan menu makanan yang disiapkan setiap hari dibuat berbeda agar kebutuhan konsumsi petugas dan relawan tetap terpenuhi dengan baik, dengan beberapa menu yang disiapkan antara lain nasi kuning, ayam goreng, capcay, nasi goreng ikan asin, serta balado ayam tahu.

Selain menyiapkan makanan di dapur umum, Dinsos Kalsel juga menyediakan armada untuk mendukung pendistribusian makanan kepada petugas di lapangan yang berada di sejumlah posko penanganan karhutla, khususnya di posko Dishut, PUPR, Lanal, dan Polda.

Untuk mendukung operasional dapur umum, kata dia, kebutuhan listrik sementara telah disiapkan dengan menggunakan saklar dan MCB dari PLN sehingga kegiatan memasak dan pendistribusian makanan dapat berjalan selama masa pelayanan bagi petugas dan relawan.

Ia menjelaskan selama 14 hari ke depan fokus utama Dinsos Kalsel adalah memastikan dapur umum berjalan optimal, namun pihaknya tetap siap mengerahkan personel dan dukungan apabila terdapat kondisi yang bersifat mendesak, terutama untuk penanganan di kawasan hutan lindung.

“Kalau darurat, tim dapur umum akan bantu terutama di hutan lindung. Di luar hutan lindung pun apabila memang sangat darurat, kita siap turun,” ujar Yoefi.