TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan berupaya memperkuat sektor pertanian dan Peternakan demi memantapkan ketahanan pangan daerah. Terbaru, kawasan milik PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, diproyeksikan bakal disulap menjadi pilot project pengembangan kawasan Peternakan terpadu di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Untuk memuluskan rencana strategis tersebut, Bupati Bulungan Syarwani menjajaki kerja sama lintas sektoral dengan menggandeng Universitas Padjadjaran (Unpad) beserta PT PKN.
Syarwani menyampaikan langkah awal pengembangan kawasan Peternakan di desa seluas 6.761 hektare itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama.
"Mulainya kita melakukan penandatanganan dengan Universitas Padjadjaran yang diinisiasi oleh PT PKN, dan ini menjadi bagian daripada hubungan yang kita lakukan," ujar Syarwani, Rabu (26/8/2026).
Menurut Syarwani, pembahasan lintas sektoral ini tidak sebatas pada pengelolaan hewan ternak semata, melainkan bermuara pada penguatan rantai ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan secara menyeluruh.
Ia menegaskan proyek Peternakan di kawasan PT PKN Desa Apung ini diposisikan sebagai salah satu program prioritas daerah ke depan.
"Memang yang kita harapkan salah satu project utama ke depan yaitu berkaitan dengan Peternakan," ungkap politikus Golkar tersebut.
Baca juga: Gandeng Unpad dan PKN, Pemkab Bulungan Siapkan Pengembangan Kawasan Peternakan di Desa Apung
Mengingat potensi lahan milik PT PKN yang dinilai sangat representatif untuk dijadikan percontohan, Pemkab Bulungan langsung mengambil langkah cepat.
Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, manajemen PT PKN, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis diminta segera menindaklanjuti penyusunan kerangka kerja di lapangan.
"Diskusi ini masih sangat umum sekali dan saya sudah minta melalui Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, demikian juga dengan teman-teman PKN dan beberapa OPD teknis di Pemda Bulungan untuk menindaklanjuti ini. InsyaAllah besok masih ada pertemuan di tingkat teknis untuk menyusun roadmap bersama," jelasnya.
Guna memastikan pilot project ini berjalan optimal, Pemkab Bulungan juga berencana memperluas kolaborasi dengan melibatkan akademisi lokal, seperti Universitas Kaltara (Unikaltar) dan Universitas Borneo Tarakan (UBT).
"Kita juga berencana akan menggandeng UBT dan Unikaltar, karena tentu keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kajian akademik, inovasi, serta penerapan teknologi Peternakan," tutup Syarwani.
Seperti diketahui, Desa Apung merupakan salah satu lumbung padi sawah utama di Bulungan.
Tak hanya padi, petani setempat aktif membudidayakan tanaman hortikultura (sayur-mayur dan palawija) seperti cabai, terung, tomat, dan kacang panjang untuk memasok pasar Tanjung Selor.
Sedangkan untuk sektor perkebunan, Desa Apung juga memiliki kelapa sawit, baik yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat lokal maupun kemitraan.
Ada pula komoditas perkebunan rakyat skala kecil seperti karet dan buah-buahan lokal.
Sementara untuk sektor Peternakan yang berkembang pesat di Desa Apung adalah Peternakan sapi potong dan unggas (ayam pedaging/petelur).
Desa ini kerap menjadi sasaran program integrasi sapi-sawit serta bantuan pembibitan ternak dari pemerintah daerah.
Desa Apung juga mulai mengembangkan sektor perikanan darat seperti budidaya ikan air tawar yaitu lele dan patin.
(*)