Jalan Amal Lama Ditutup Imbas Karhutla Batu Bara, Warga Terpaksa Putar Jauh Lewat Jalur Alternatif
Cornel Dimas Satrio August 27, 2026 12:14 AM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Penutupan total akses utama menuju kawasan Pantai Amal Lama, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, resmi diberlakukan sejak Senin (24/8/2026).

Langkah tegas ini diambil pemerintah akibat terbakarnya lapisan batu bara di bawah permukaan tanah yang memicu munculnya rongga-rongga kosong di bawah badan jalan, sehingga dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Imbas penutupan jalur utama tersebut, mobilitas masyarakat kini dialihkan sementara.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tarakan pun berpacu dengan waktu menyiapkan dua rute alternatif, sementara sejumlah warga terpaksa memutar arah melalui jalur lain yang lebih jauh demi menjangkau pusat kota.

Kepala DPUPR Tarakan, Fandariansyah, menjelaskan telah menerjunkan alat berat untuk merapikan dan memperlebar akses darurat agar dapat menampung arus kendaraan dari dua arah secara aman.

"Hari ini kita turunkan alat grader untuk merapikan badan jalan yang sudah ada. Jalan yang bisa dilalui saat ini mungkin sisa 4 meteran, akan kita fungsikan kembali menjadi sekitar 8 sampai 10 meter sesuai rencana awal agar nyaman dilalui kendaraan dari dua arah," ujar Fandariansyah saat meninjau lokasi, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: 2 Jalur Alternatif usai Jalan Amal Lama Tarakan Ditutup Imbas Karhutla Bakar Batu Bara Bawah Tanah

Peninjauan dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri akses yang menghubungkan kawasan depan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Borneo Tarakan (UBT) hingga tembus ke RT 4 Pantai Amal Lama.

Fandariansyah membeberkan, rute alternatif pertama membentang sepanjang satu kilometer mulai dari kawasan FIKES UBT hingga keluar di RT 4 Pantai Amal Lama.

Meski masih didominasi material bebatuan, jalur yang tadinya menyempit hingga tersisa empat meter tersebut kini dirapikan dan dilebarkan menjadi 8-10 meter.

Selain itu, Pemkot Tarakan juga menyiagakan rute alternatif kedua sepanjang dua kilometer yang dimulai dari depan Kantor Kelurahan Pantai Amal.

Berbeda dengan rute pertama, sebagian besar badan jalan pada rute kedua ini sudah dalam kondisi dicor beton.

Penyediaan kedua jalur ini dipandang vital untuk menyesuaikan kondisi jalan utama yang berongga agar aktivitas warga tidak melumpuh total.

"Penyiapan akses ini sekaligus menjadi langkah pemerintah menyesuaikan jalur mobilitas warga dengan kondisi jalan utama yang saat ini ditutup total akibat adanya rongga di bawah permukaan tanah," tegas Fanda.

Meski jalur alternatif tengah dibenahi, penutupan jalan utama ini tetap memicu penyesuaian besar bagi para pengguna jalan.

Cahyadi, seorang warga Pantai Amal yang hendak melintas, mengaku kaget setelah menerima kabar penutupan tersebut dari rekannya dan terpaksa memilih jalur memutar yang jauh melalui kawasan Mamburungan.

"Semogalah cepat selesai dikerjakan. Mau tak mau lewat Mamburungan kalau saya ini besok-besok kalau mau ke kota," ungkap Cahyadi.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.