Kawasan Simpang Lima Semarang Disterilkan dari PKL, Ini Alasan Pemkot
deni setiawan August 27, 2026 01:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang mensterilkan kawasan dalam dan luar Lapangan Simpang Lima dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL).

Pemkot menyebut, upaya mensterilkan PKL tersebut dalam rangka menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.

Disebutkan juga, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan PKL dan pengunjung selama proses persiapan venue utama kegiatan.

Baca juga: Java United Resmi Dilaunching di Semarang, Bawa Misi Bangkitkan Sepak Bola Jateng

Kepala Disdag Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva mengatakan, sterilisasi dilakukan untuk keamanan selama proses persiapan acara.

"Sekarang sedang dilakukan pemasangan peralatan atau equipment untuk pembukaan MTQ Nasional."

"Kalau PKL tetap berjualan di sana kondisinya sangat membahayakan keselamatan, baik PKL maupun pengunjung," kata Aniceto, Rabu (26/8/2026).

Penertiban itu dilakukan Disdag Kota Semarang bersama Satpol PP.

Adapun saat ini sedang berlangsung pemasangan berbagai peralatan untuk kebutuhan pembukaan MTQ Nasional di kawasan tersebut.

Aktivitas tersebut meliputi pekerjaan konstruksi dan instalasi kelistrikan yang dinilai berisiko jika kawasan tetap dipadati aktivitas perdagangan.

Menurut dia, potensi bahaya di lokasi tidak hanya berasal dari aktivitas konstruksi, tetapi juga pekerjaan kelistrikan. Sehingga, kawasan dalam lapangan harus dikosongkan dari aktivitas PKL selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

"Misalkan ada tarikan kabel sling lalu sling putus kena PKL atau pengunjung bagaimana? Atau ada konslet lalu kena strum bagaimana? Jadi kami sebetulnya ingin melindungi semuanya," klaimnya.

Aniceto menambahkan, kebijakan tersebut bukan untuk menghentikan aktivitas PKL.

Menurutnya, pemerintah sedang menyiapkan sejumlah titik alternatif agar pedagang tetap dapat berjualan sekaligus menangkap peluang ekonomi selama MTQ Nasional berlangsung.

• Viral di TikTok, Rumah Bugenvil Pleburan Semarang Diserbu Pengunjung, Jadi Spot Foto

"Nantinya PKL bisa tetap berjualan. Tidak di dalam lapangan, tapi di sekitaran Simpang Lima. Misalkan di jalan Ahmad Dahlan, jalan Pahlawan, dan sekitarnya," katanya.

MTQ Nasional dinilai menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian Kota Semarang.

Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan turut meningkatkan aktivitas UMKM dan PKL.

"Pelaksanaan MTQ Nasional akan mendatangkan banyak orang dari seluruh Indonesia sehingga akan menggerakkan ekonomi Kota Semarang termasuk PKL," ujarnya.

Penataan PKL dan UMKM, menurutnya hanya dilakukan di kawasan Simpang Lima.

Menurutnya, pihaknya juga akan mengatur penempatan pedagang di venue-venue lain yang digunakan untuk rangkaian MTQ Nasional.

"Nanti akan diatur penempatan UMKM dan PKL di venue-venue MTQ sebanyak 14 lokasi," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.