TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Rabu (26/8/2026) malam dibuat panik adanya insiden kebakaran.
Di sebuah permukiman penduduk tak jauh dari pusat Kota Jepara itu mendadak ramai.
Ratusan orang berhamburan keluar rumah ketika api secara ganas membakar sebuah bangunan gudang atau brak mebel di RT 04 RW 01.
Seketika gelapnya malam perkampungan mendadak menjadi terang benderang.
Baca juga: Sosok Zizi Pamit Jadi Duta Genre Jepara, Titip Pesan untuk Penerus: Jangan Mudah Terdistraksi
Bukan karena banyaknya lampu penerangan yang dinyalakan, namun besarnya api yang membumbung tinggi membakar seluruh bangunan hingga ludes.
Sesaat sebelum kerumunan warga itu tercipta, di sekitar lokasi bangunan gudang mebel terbakar sepi dari aktivitas penduduk.
Sebagian masih tinggal di musala dan masjid selepas menunaikan salat Isya.
Sebagian lainnya sedang ada kegiatan mengaji di rumah tetangga yang mengalami musibah kematian.
Hanya tinggal beberapa orang yang masih tinggal di rumah masing-masing. Kebanyakan hanya perempuan.
Sekiranya pukul 19.20 hingga pukul 19.30, api itu mulai muncul. Membakar bangunan gudang yang di dalamnya berisi produk-produk furnitur dalam bentuk asesoris dari kayu jati.
Api secara cepat berkobar di tengah gelapnya malam. Penduduk sekitar yang berada tak jauh dari lokasi kebakaran dibuat kelimpungan.
Mereka tak tahu harus berbuat apa lantaran si jago merah dengan cepat menjadi besar, merambat ke seluruh bangunan gudang mebel. Bahkan mengancam beberapa rumah di dekatnya.
"Waktu kejadian, saya dan keluarga sedang makan di rumah."
"Suami saya inisiatif buka pintu samping, langsung melihat itu ada api sudah besar," terang saksi Novi yang juga tetangga korban.
Dengan nafas yang menggebu-gebu, dia menceritakan situasi kepanikan yang dialami keluarganya ketika kobaran api sudah setinggi rumah. Berada tepat di samping rumahnya.
Seketika Novi bersama suami dan anaknya lari ke luar rumah untuk meminta pertolongan.
Memanggil warga sebanyak mungkin yang bisa dimintai pertolongan, dengan harapan ada upaya memadamkan api agar tidak merambat ke rumahnya.
"Awal kejadian warga banyak yang nggak di rumah, ada kegiatan mengaji di tetangga. Sampai mondar-mandir cari pertolongan ke kampung atas, nggak bisa berpikir," ujar dia.
• Detik-detik Tragis Nelayan Tewas Tenggelam di Karimunjawa Jepara, Kakinya Terjerat Tali Rumpon
Teriakan lantang "kebakaran" yang diserukan beberapa warga mengundang masyarakat berhamburan keluar rumah mencari sumber kebakaran.
Ada yang mengabari pemilik gudang mebel yang berada di rumah terpisah, ada pula yang berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya.
Termasuk warga yang memanggil tim pemadam kebakaran lewat saluran telepon gawat darurat.
Teriakan-teriakan warga yang menyebut kebakaran sontak terdengar Daryati, kakak Novi yang rumahnya juga bersebelahan dengan bangunan terbakar.
Saat itu, Daryati dengan salat Isya di dalam rumahnya.
Teriakan yang menyebut kebakaran membuat dia terkejut dan bergegas ke luar rumah untuk memastikan apa yang terbakar.
"Enggak tahunya api sudah besar membakar brak mebel di belakang rumah saya. Api sudah tinggi dan mulai menyambar atap rumah saya lantai atas," ujar dia.
Melihat rumahnya tersambar api, Daryati mulai panik. Suaminya sedang keluar, sedangkan anak-anaknya tidak ada yang berada di rumah.
Dia lantas dibantu warga untuk mengamankan beberapa perabot rumah dan barang berharga ke luar rumah untuk berjaga-jaga.
Sedangkan upaya memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya terus dilakukan agar api tidak membakar rumah sekitar.
"Sudah enggak tahu lagi, waktu kejadian enggak ada yang di rumah. Atap rumah sudah mulai terbakar, cuma berharap baik-baik saja," tuturnya.
Sesaat setelah kepanikan warga mulai memuncak, raungan sirine mobil pemadam kebakaran mulai berdatangan.
Petugas pemadam diterjunkan untuk melokalisir bangunan terbakar agar tidak berdampak pada rumah warga sekitar.
Selang-selang panjang ditarik menelusuri lorong bangunan rumah penduduk untuk menjangkau api.
Pada mulanya, tiga mobil pemadam kebakaran diterjunkan di titik lokasi berbeda.
Satu bertugas memadamkan api yang membakar bangunan gudang mebel.
Sementara dua unit mobil pemadam lainnya bertugas melokalisir dengan memadamkan api yang merambat ke rumah warga sekitar.
Kebakaran dipadamkan sekira dua jam hingga pukul 21.30. Dilanjutkan pendinginan hingga pukul 22.00.
Diketahui bahwa bangunan gudang mebel yang terbakar merupakan tempat usaha milik Mukhlisin, warga sekitar.
Bangunan tersebut memproduksi asesoris dari kayu jati seperti sendok dan garpu, setiap harinya.
Biasanya, aktivitas produksi dilakukan pagi hingga sore hari. Dilanjutkan dengan produksi malam hari.
Hanya saja, kebakaran terjadi ketika karyawan belum memulai pekerjaan shift malam atau lemburan. (*)