TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Rencana pengembangan Universitas Tidar (Untidar) Magelang di Kabupaten Wonosobo tidak hanya diarahkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi.
Pemkab Wonosobo berharap kehadiran Untidar nantinya ikut menjawab persoalan regenerasi petani sekaligus memperkuat sektor pertanian yang menjadi salah satu potensi daerah.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengatakan, salah satu bidang yang diharapkan dapat menjadi perhatian dalam pengembangan Untidar di Wonosobo adalah agribisnis pertanian.
Hal itu dinilai sesuai dengan kondisi Wonosobo yang memiliki masyarakat dengan aktivitas pertanian cukup besar.
Baca juga: Lahan 8 Hektare Disiapkan untuk Pengembangan Untidar di Wonosobo
"Ya dulu sih begitu, harapan kami karena masyarakat Wonosobo itu agribisnis, pertanian," kata Bupati Afif seusai audiensi dengan jajaran pimpinan Untidar Magelang, Rabu (26/8/2026).
Menurut Bupati Afif, pendidikan tinggi di bidang pertanian dapat menjadi sarana untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan yang lebih baik dalam mengelola sektor pertanian.
Dia menyoroti semakin sedikitnya anak muda yang tertarik meneruskan pekerjaan orangtua mereka sebagai petani.
"Mengingat akhir-akhir ini, petani milenialnya itu jarang," ujarnya.
Bupati Afif menggambarkan kondisi dimana sebagian masyarakat Wonosobo memiliki lahan pertanian cukup luas, tetapi anak-anak mereka justru tidak tertarik melanjutkan profesi sebagai petani.
"Banyak masyarakat punya lahan luas, bapaknya petani, tapi anaknya engga mau meneruskan jadi petani," katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan sektor pertanian di Wonosobo.
Anak-anak dari keluarga petani diharapkan tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang berkaitan dengan pertanian sehingga dapat melihat sektor tersebut sebagai bidang yang memiliki masa depan.
Pemkab Wonosobo pun mendorong agar generasi muda mendapatkan keilmuan yang dapat diterapkan untuk mengembangkan lahan pertanian di daerah.
"Sehingga petani-petani, masyarakat Wonosobo ini, lahannya yang begitu luas perlu menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah agar anak-anaknya disekolahkan, mendapatkan keilmuan di bidang pertanian," ujar Afif.
Dia berharap peningkatan pengetahuan generasi muda di bidang pertanian pada akhirnya dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
Tujuannya bukan sekadar mempertahankan lahan pertanian, tetapi membuat sektor tersebut semakin produktif dan mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wonosobo.
"Sehingga lebih menguatkan agar lahan pertanian yang ada di Kabupaten Wonosobo itu berdampak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wonosobo," katanya.
Harapan Pemkab Wonosobo tersebut mendapat respons positif dari Untidar.
• Untidar Magelang Siapkan Pengembangan Kampus di Wonosobo, Bupati Afif Dukung Kerja Sama
Rektor Untidar Magelang, Prof Sugiyarto mengatakan, bidang pertanian memang memiliki keterkaitan dengan sumber daya yang dimiliki Untidar.
Selain pertanian, Untidar juga memiliki sumber daya manusia dan fasilitas yang berkaitan dengan kehutanan, lingkungan, serta peternakan.
"Ternyata harapan-harapan tadi sesuai dengan pemikiran kami. Kami garap tentang kehutanan, lingkungan, pertanian, peternakan."
"Kami punya andalan SDM maupun fasilitas yang ada," kata Prof Sugiyarto.
Menurutnya, kesesuaian antara kebutuhan Wonosobo dan bidang yang dikembangkan Untidar menjadi peluang untuk membangun kegiatan yang memiliki kekhasan di daerah tersebut.
Untidar tidak ingin pengembangan di Wonosobo hanya berorientasi pada pembangunan gedung atau kegiatan perkuliahan semata.
Kampus juga melihat peluang untuk mengembangkan Wonosobo sebagai lokasi pusat pelatihan keterampilan yang berkaitan pertanian dan lingkungan.
Prof Sugiyarto mengatakan, gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu ciri khas Untidar ketika nantinya mengembangkan kegiatan di Wonosobo.
"Di sini pusat keterampilan pertanian. Pertanian dan lingkungan itu menjadi satu fokus kami," ujarnya.
Dia membayangkan kegiatan tersebut nantinya dapat menarik peserta bukan hanya dari Wonosobo, tetapi juga dari daerah lain apabila konsep yang dikembangkan memiliki keunikan.
Dengan potensi pertanian, lingkungan, kehutanan, dan peternakan yang dimiliki, Untidar menilai Wonosobo memiliki ruang untuk dikembangkan menjadi salah satu lokasi kegiatan akademik sekaligus pelatihan keterampilan.
Rencana tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama Pemkab Wonosobo.
Untidar menegaskan pengembangan akan dilakukan secara bertahap dan tidak tergesa-gesa agar kegiatan yang dibangun dapat berkelanjutan. (*)