Prabowo Klaim Hanya Segelintir Elite Politik yang Tolak Program MBG
Muhammad Zulfikar August 27, 2026 03:38 AM

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyebut hanya segelintir elite politik yang masih tidak memahami dan menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintahannya.

Prabowo meyakini penolakan tersebut lebih didasari oleh kepentingan politik semata.

Baca juga: Momen Bupati Nagekeo Curhat kepada Prabowo soal Program MBG: Singgung Turunnya Angka KDRT

Meski demikian, ia optimistis pada akhirnya pihak-pihak yang berseberangan tersebut akan menyadari pentingnya program ini bagi masyarakat.

"Kalau saya punya keyakinan hanya beberapa elit politik ya, dengan kepentingan politik tidak memahami, tapi pada ujungnya mereka akan memahami ya," ujar Prabowo saat memimpin rapat penanganan gempa bumi di Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8/2026).

Prabowo menjelaskan adanya perbedaan sudut pandang antara kalangan atas dan masyarakat bawah terkait program ini.

Bagi masyarakat ekonomi lemah, kata dia, terutama di tengah kondisi bencana, bantuan makanan tersebut sangat penting.

"Kalau untuk orang yang mampu, satu porsi makanan itu tidak ada artinya. Tapi untuk mereka yang dalam keadaan susah dan susahnya juga berhari-hari, banyak yang cerita kepada saya, mereka-mereka yang sebetulnya sudah, sudah jadi orang, mereka ingat waktu saya kecil Pak, saya berangkat sekolah lapar, saya pulang sekolah lapar," tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjamin gizi kelompok paling rentan. Ia menekankan bahwa program MBG dirancang untuk memastikan pemenuhan gizi masa depan bangsa.

"Syukur dia sudah lolos tapi sekarang yang kita mikir adalah ibu-ibu dan anak-anak ya. Jadi MBG berperan," tambah Prabowo.

Pernyataan ini dilontarkan Presiden Prabowo usai mengapresiasi laporan dari kepala daerah setempat yang dinilainya paling memahami kondisi riil di lapangan. Ia menyebut bahwa para bupati adalah pihak yang langsung melihat dampak dari program MBG.

"Terima kasih tadi laporan dari Gubernur dan Bupati. Saya terima kasih, ya ini bupati pemimpin yang paling dekat sama rakyat ya. Jadi Anda yang merasakan mungkin manfaat juga dari MBG ya," pungkasnya.

Baca juga: 4 Kelompok Gelar Demo 27 Agustus di Jakarta: AMPB Tuntut Perampasan Aset, Warga Madura Dukung MBG

Simplisius menegaskan bahwa program MBG membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Kabupaten Nagekeo. Ia bahkan menegaskan tidak mempedulikan kritik dari pihak luar terkait keberlangsungan program tersebut selama bermanfaat bagi warganya.

"Jadi kami berharap bahwa MBG untuk wilayah kami, orang lain boleh bicara apapun, untuk wilayah kami, kami minta kalau perlu ditingkatkan. Kami punya jatah 49 yang bisa bergerak, hanya 11 MBG yang kami kerjakan Bapak. Kami mohon bantuan skemanya bagaimana untuk bisa mempermudah MBG ini tetap berada di Nagekeo ini," kata Simplisius kepada Prabowo.

Berdasarkan survei non-formal yang dilakukannya, Simplisius mengungkapkan bahwa tingkat kehadiran siswa penerima jatah MBG hampir mencapai 100 persen. Program ini juga diklaim meningkatkan kebugaran fisik anak-anak secara drastis.

"Tingkat kebugaran saya tanyakan ke Puskesmas, Bapak Presiden. Yang dulunya siswanya dua minggu sekali, tiga minggu sekali flu, pilek, hari ini tidak ada Bapak. Jadi tingkat kebugarannya luar biasa, untuk siswa-siswa yang mendapatkan jatah MBG ini," tuturnya.

Lebih jauh, Ia menyebut program MBG secara tidak langsung berhasil menekan angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di wilayahnya. Hal ini terjadi karena para istri kini memiliki penghasilan mandiri dengan bekerja dari fasilitas penyedia MBG.

"Iya, ini di luar KDRT yang terjadi dulunya, istri tuntut minta uang, ketika uangnya tidak ada suaminya marah pukul istri, sekarang kalau suaminya tidak kasih uang, dia punya uang sendiri dari MBG ini, Bapak," ujarnya.

Selain itu, tenaga dapur MBG juga disebut berkontribusi besar dalam penanganan pengungsi gempa bumi Nagekeo. Mereka turun tangan langsung membantu operasional pascabencana.

"Perlu diketahui juga bahwa kami mendapat bantuan besar Bapak, bahwa dapur umum yang kami punyai ini, dibantu oleh 11 dapur umum untuk penanggulangan bencana dibantu oleh 11 dapur tenaga dapur MBG Bapak," pungkasnya.
 
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.