TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Pelayanan keimigrasian di Nusa Tenggara Timur, khusunya di Pulau Flores tetap berjalan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu,15 Agustus 2026 lalu.
Meski sejumlah bagian gedung Kantor Imigrasi Maumere dan Kantor Imigrasi Labuan Bajo mengalami kerusakan, jajaran Imigrasi NTT memutuskan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan memindahkannya ke area terbuka demi keselamatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT Saroha Manullang mengatakan, kerusakan terjadi pada sejumlah bagian bangunan di kedua kantor tersebut.
Di Kantor Imigrasi Maumere, plafon di lobi dilaporkan jatuh dan menimpa mobil. Sejumlah ruangan, termasuk ruang server dan ruang pelayanan, juga mengalami keretakan. Kerusakan lebih parah terjadi pada ruang pelayanan keimigrasian di Pelabuhan Maumere yang disebut mengalami kerusakan total.
Baca juga: Kakanwil Ditjen Imigrasi dan Kanim Maumere Lihat Kerusakan Fasilitas TPI di Pelabuhan Lorens Say
Sementara di Kantor Imigrasi Labuan Bajo, sejumlah bagian struktur bangunan dan pagar mengalami keretakan. Beberapa plafon juga terlepas.
"Kami agak khawatir. Waktu itu kami belum datang ke Kantor Imigrasi Labuan Bajo dan Maumere. Begitu divideokan, langsung kami instruksikan silakan melayani masyarakat dengan baik, waspada boleh, khawatir boleh, tetapi keselamatan pegawai dan masyarakat harus menjadi prioritas," kata Saroha dalam podcast Flores Bicara di Studio Tribun Flores, Selasa (25/8/2026).
Untuk menghindari risiko akibat kerusakan bangunan dan gempa susulan, pelayanan keimigrasian di Maumere dan Labuan Bajo kemudian dipindahkan ke luar gedung.
Di Labuan Bajo, pelayanan dilakukan menggunakan tenda. Sementara di Maumere, area parkir dimanfaatkan sebagai lokasi pelayanan setelah kendaraan operasional dipindahkan.
Saroha mengatakan, keputusan tersebut telah dikoordinasikan dengan pimpinan di Direktorat Jenderal Imigrasi dan mendapat persetujuan.
"Pelayanan keimigrasian yang tadinya di ruangan, di kantor yang nyaman sekarang kami alihkan, pindahkan ke gedung, ke halaman parkiran," ujarnya.
Baca juga: Wisatawan China Tenggelam di Long Beach Pulau Padar, PHC Kerahkan Speedboat untuk Evakuasi
Pelayanan tersebut mencakup kebutuhan warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Plt Kepala Kantor Imigrasi Maumere Dianta Sukasinuraya mengatakan, pelayanan tetap dilakukan setiap hari dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Untuk masyarakat dari luar Kabupaten Sikka yang datang dari daerah seperti Lembata dan Ende, pelayanan dapat dilakukan hingga sore karena mempertimbangkan jarak tempuh pemohon.
"Kalau di luar dari daerah Sikka kita tetap melayani sampai sore," kata Dianta.
Selama masa pascabencana, Imigrasi NTT juga memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan paspor.
Saroha mengatakan, pemohon yang datang langsung atau walk-in tetap dapat dilayani meskipun sebelumnya belum mendaftar melalui aplikasi M-Paspor.
Kebijakan tersebut diberlakukan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang harus menempuh perjalanan jauh menuju kantor imigrasi.
Menurut Saroha, akan sulit bagi masyarakat yang telah menempuh perjalanan berjam-jam dari daerah lain jika harus kembali hanya karena belum memiliki antrean M-Paspor.
"Selama pascabencana ini untuk pelayanan tersebut, walk-in kita terima, M-Paspor pun kita terima," katanya.
Pelayanan terhadap warga negara asing juga tetap dilakukan. Petugas tetap melayani perpanjangan izin tinggal maupun kebutuhan keimigrasian lainnya.
Untuk kebutuhan pemeriksaan keimigrasian di wilayah kerja Labuan Bajo, petugas juga tetap disiagakan di Bandara Komodo.
Selain itu, tim imigrasi tetap siap on call apabila ada kapal yang membutuhkan pemeriksaan atau layanan keimigrasian.
Kelonggaran pelayanan juga diberikan kepada masyarakat yang mengalami kerusakan dokumen keimigrasian akibat bencana.
Saroha menjelaskan, paspor atau dokumen keimigrasian yang rusak karena bencana dapat dilaporkan ke kantor imigrasi terdekat untuk diverifikasi. Penggantian dokumen tersebut diberikan tanpa biaya.
"Paspor, dokumen keimigrasiannya rusak datang ke kantor imigrasi terdekat kami layani. Nanti kami verifikasi, minta keterangan, itu dilakukan pergantian dokumen keimigrasian paspor dengan Rp0," kata Saroha.
Di tengah kondisi pascagempa, pelayanan terhadap warga negara asing di Labuan Bajo juga masih berlangsung.
Saroha mengatakan, berdasarkan pengamatan jajaran Imigrasi selama berada di Labuan Bajo, jumlah WNA yang meninggalkan wilayah tersebut terlihat meningkat, sementara kedatangan mengalami penurunan dibandingkan sebelum gempa.
Namun, masih ada WNA yang tetap datang dan menjalankan rencana perjalanan mereka di Indonesia. Sebagian WNA yang ditemui petugas mengaku telah merencanakan perjalanan ke Indonesia jauh sebelum gempa terjadi.
Mereka juga telah memiliki agenda perjalanan ke sejumlah daerah lain, seperti Sulawesi, Yogyakarta, Danau Toba, hingga Raja Ampat.
Sementara di Maumere, Dianta mengatakan pihaknya masih memberikan pelayanan kepada WNA yang berada di wilayah tersebut.
Selama masa pascagempa, pihaknya telah melayani sekitar lima WNA, termasuk tiga orang dari keuskupan dan dua warga negara Eropa.
Saroha menegaskan, keputusan mempertahankan pelayanan bukan berarti mengabaikan keselamatan petugas maupun masyarakat.
Menurut dia, kondisi bangunan kedua kantor masih perlu dinilai oleh instansi teknis untuk memastikan kelayakannya.
Sementara secara kasat mata, kerusakan bangunan disebut semakin terlihat akibat gempa-gempa susulan.
Karena itu, pelayanan di luar gedung menjadi pilihan sementara.
"Keselamatan untuk masyarakat, keselamatan untuk petugas, keselamatan kita bersama," kata Saroha.
Ia menambahkan, jajaran Imigrasi NTT akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, kepolisian, dan instansi terkait dalam menghadapi situasi pascagempa.
Menurut Saroha, pelayanan publik harus tetap berjalan, tetapi keselamatan tidak boleh dikorbankan.
"Pelayanan tetap harus jalan, tetap didoakan. Namun kolaborasi, koordinasi para kepala kantor dan jajaran harus tetap bersinergi, berkolaborasi dengan semua instansi," ujarnya.
Hingga kondisi kembali pulih, jajaran Imigrasi NTT memastikan pelayanan kepada WNI dan WNA tetap tersedia, sembari menunggu hasil penilaian teknis terhadap kondisi gedung Kantor Imigrasi Maumere dan Labuan Bajo.