TRIBUNTRENDS.COM - Aktris Sarah Azhari membagikan pengalamannya mengenai kerasnya kehidupan di Amerika Serikat, terutama bagi para perantau yang ingin membangun karier di industri hiburan.
Menurut Sarah, banyak orang beranggapan peluang di Amerika Serikat terbuka lebar. Namun kenyataannya, tidak sedikit warga Indonesia yang akhirnya harus bekerja di bidang lain karena sulit menembus industri hiburan di Negeri Paman Sam.
Dalam sebuah wawancara, Sarah mengaku memiliki dua teman yang berprofesi sebagai artis sinetron di Indonesia dan memutuskan pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat. Salah satu dari mereka awalnya berharap dapat melanjutkan karier sebagai entertainer. Namun, realitas yang dihadapi ternyata berbeda dari harapan.
"Satu berpikiran untuk menjadi seorang entertainer, tapi akhirnya dia sekarang menjadi gardener, menjadi tukang kebun," ujar Sarah Azhari, dikutip TribunTrends dari kanal YouTube TRANSTV Official, Kamis (27/8/2026)
Meski demikian, Sarah menegaskan pekerjaan tersebut tetap memberikan penghasilan yang layak.
"Tapi tukang kebun in a good way ya yang menghasilkan," katanya.
Sementara itu, temannya yang lain memilih bekerja di sektor kesehatan.
"Kemudian yang satu lagi dia kerja di rumah sakit pada akhirnya," ungkap Sarah.
Baca juga: 16 Tahun Tinggal di Amerika, Sarah Azhari Mantap Pulang & Menetap di Indonesia, Sumbangkan Furniture
Sarah menjelaskan bahwa bekerja di dunia hiburan Amerika Serikat membutuhkan proses yang panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, seseorang harus memiliki agen yang kredibel dan diakui oleh organisasi resmi di industri hiburan.
"Karena pertama kamu harus dapat good agent. Agent yang pertama, agent-nya harus bagus," kata Sarah.
Tak hanya itu, agen yang mewakili artis juga harus memiliki reputasi yang baik dan diakui secara profesional.
"Agent-nya harus diterima sama organisasi yang memang legit," ujarnya.
Selain faktor agen, proses verifikasi dari pihak imigrasi juga menjadi tantangan tersendiri.
Sarah mengatakan pihak imigrasi Amerika melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap individu yang ingin berkarier di sana.
"Di imigrasi dicek juga kamu siapa," katanya.
Menurut Sarah, seluruh rekam jejak seseorang akan diperiksa untuk memastikan identitas dan kompetensi yang dimiliki sesuai dengan klaim yang diajukan.
"Ada apa gitu di antara yang oke kamu seorang ini, apakah benar kamu begini, begini, begini. Itu dicek semua background-nya," ujar Sarah.
Karena itu, ia menilai mendapatkan pekerjaan di dunia hiburan Amerika bukanlah sesuatu yang mudah.
"Jadi bukan sesuatu yang mudah untuk mendapatkan kerja," tegasnya.
Sarah juga menanggapi anggapan bahwa seorang artis Indonesia akan tetap mudah dikenal ketika tinggal di luar negeri. Menurutnya, kenyataan justru sebaliknya.
Ia mengakui saat berada di Amerika, status selebritas yang dimiliki di Indonesia nyaris tidak berarti karena masyarakat di sana tidak mengenalnya.
"Ya memang harus diakui di sini dikenal banyak orang. Tapi once pindah ke sana, orang bakal berpikir, 'Gue enggak kenal lu, lu siapa?'"
Situasi tersebut, kata Sarah, menuntut mental yang sangat kuat agar mampu beradaptasi dengan kehidupan baru.
"Kita harus tahan banting di sana karena memang dunia entertainment-nya lebih kejam."
(TribunTrends)