Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM,MAUMERE - Penambatan kapal atau sandaran kapal patah di Pelabuhan Feri Kewapante. Kondisi ini menyebabkan distribusi logistik atau bantuan ggempa ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersendat.
Kondisi ini sudah berlangsung selama dua hari hingga Rabu 26 Agustus 2026.
Memasuki hari ke-dua, distribusi bantuan logistik untuk korban terdampak gempa Flores di Palau Palue masih terhambat.
Patahnya penambatan kapal atau sandaran kapal ini menyebabkan mobil yang mengangkut bantuan logistik untuk korban gempa Flores tidak bisa melintas masuk kedalam Kapal KMP Ile Ape.
Sementara itu, bantuan logistik untuk warga terdampak di Pulau Palue seperti kebutuhan dasar dan kendaraan roda dua bantuan dari BNPB untuk operasional di lokasi bencana masih tertahan di Pelabuhan Feri Kewapante.
Baca juga: Kepala BNPB Minta Setiap Kabupaten/Kota Memiliki Logistik di Gudang BPBD
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan, mengatakan patahnya penambatan kapal atau sandaran kapal itu, akibat proses distribusi bantuan menggunakan kendaraan roda empat kedalam kapal disaat air laut surut.
"Kalau untuk kondisi Feri, KMP Ile Ape tidak masalah, yang jadi masalah itu adalah Marine Berthing ini, ada yang datang kasih masuk kendaraannya, setelah surut, terjadilah seperti ini, patah ini Marine Berthingnya, " ujarnya Rabu 26 Agustus 2026.
Apabila distribusi bantuan menggunakan kendaraan roda empat untuk masuk kedalam kapal akan tidak memungkinkan karena penambatan kapal atau sandaran kapal patah dan mengalami kemiringan.
"Distribusi bantuan, kalau logistik yang curah, artinya kalau datang, dibawa truk, logistiknya dipikul manusia, sepeda motor masih bisa, kalau angkut kendaraan roda empat sangat tidak bisa," Jelasnya.
Saat ini, anak buah kapal masih berupaya memperbaiki penambatan kapal atau sandaran kapal yang patah itu.
Sementara itu, Satgas Posko BPBD Sikka berkoordinasi untuk distribusi bantuan ke Pulau Palue menggunakan kapal kayu. (awk)