Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pendidikan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melakukan monitoring terhadap mahasiswa penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Papua (Unipa), Manokwari, Papua Barat, Rabu (26/8/2026).
Monitoring tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan akademik, pembinaan karakter, kehadiran, serta kondisi dan kebutuhan mahasiswa penerima beasiswa YPMAK.
YPMAK merupakan pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang menjalankan program pendidikan bagi masyarakat penerima manfaat.
Baca juga: Cetak SDM Mimika Unggul, YPMAK Evaluasi Program Beasiswa di Manokwari
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Pendidikan YPMAK Erlina Etti Timang, Staf Monev Pendidikan YPMAK Monica Ana Ero Kemong,Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Papua (Unipa) sekaligus Koordinator Pengelola Kemitraan YPMAK, Dr. Simson Werimon, SE., M.Si., Pengelola Beasiswa YPMAK UNIPA Fransiskus Bara dan Tobias Tukan, serta mahasiswa penerima beasiswa.
Kepala Divisi Monev Pendidikan YPMAK Erlina Etti Timang mengatakan, monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan akademik mahasiswa, termasuk hasil studi, tingkat kehadiran dan pembinaan karakter.
"Pendampingan sejauh ini bagaimana perkembangan akademiknya, kemudian pembinaan karakter dan lain-lain. Hasil monitoring ini akan kami sampaikan ke Divisi Program Pendidikan untuk menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut," jelas Erlina.
Ia menjelaskan, hasil studi mahasiswa menjadi salah satu indikator evaluasi yang mengacu pada perjanjian beasiswa yang telah ditandatangani.
Baca juga: Siswa Penerima Beasiswa YPMAK Bangga Ikut Paskibraka Papua Barat
Selain nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tingkat kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan juga menjadi bahan evaluasi.
Menurut Erlina, monitoring terhadap mahasiswa penerima beasiswa YPMAK akan dilakukan secara berkala setiap tahun di berbagai kota studi.
Dalam kegiatan tersebut, tim Monev YPMAK juga melakukan sesi sharing dan berdiskusi langsung dengan mahasiswa untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama mengikuti pendidikan.
Program beasiswa YPMAK di UNIPA mencakup beberapa jalur, yakni jalur mandiri, kemitraan dan jalur prestasi.
Baca juga: Unipa Dorong Peningkatan Prestasi dan Life Skill Penerima Beasiswa YPMAK
Erlina berharap hasil monitoring dapat mendorong mahasiswa untuk lebih giat belajar sehingga mampu memperoleh hasil akademik yang lebih baik.
"Harapannya anak-anak bisa lebih giat lagi dan memperoleh hasil akademik yang lebih baik," ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah mahasiswa menyampaikan kendala yang dihadapi selama mengikuti perkuliahan.
Salah satu kebutuhan yang banyak disampaikan mahasiswa yakni perangkat laptop untuk menunjang proses pembelajaran, pengerjaan tugas, penelitian hingga kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Salah satu mahasiswa penerima beasiswa, Delberto Wenda dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Matematika, mengatakan dirinya masih mengalami kendala dalam mengerjakan tugas menggunakan Microsoft Excel dan sejumlah aplikasi lainnya.
Baca juga: 12 Hari Tidur Beralas Tanah, Pengungsi Gempa Manggarai Timur Mulai Sakit-sakitan
"Saya masih terkendala dengan tugas-tugas Excel dan Microsoft. Saya juga terkendala dengan laptop," ujarnya.
Hal serupa disampaikan mahasiswa Fakultas MIPA, Marcelinus Yeimo.
Ia mengatakan laptop sangat dibutuhkan karena sejumlah materi perkuliahan mengharuskan mahasiswa menggunakan perangkat tersebut.
"Kami butuh laptop untuk kegiatan penelitian ke lapangan, mengambil data dan mengikuti beberapa materi yang memang harus menggunakan laptop," katanya.
Sementara itu, Pelinus Janampa dari Fakultas Kehutanan, mahasiswa jalur prestasi, menyampaikan kebutuhan laptop khususnya untuk menunjang pembelajaran pemetaan wilayah.
Menurutnya, kebutuhan tersebut semakin penting karena mahasiswa akan memasuki kegiatan PKL pada 2027.
Baca juga: Diduga Caci-maki Bupati Piter Gusbager, Oknum Anggota DPR Keerom Inisial AMB Dilaporkan
"Kami membutuhkan laptop untuk mendukung kegiatan pembelajaran pemetaan wilayah. Tahun depan kami sudah PKL, jadi kami membutuhkan laptop," ujarnya.
Selain perangkat pendukung pembelajaran, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah kebutuhan lain selama tinggal dan menempuh pendidikan di Manokwari.
Pengelola Beasiswa YPMAK UNIPA Fransiskus Bara mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan mahasiswa, termasuk dengan melakukan kunjungan langsung ke tempat tinggal mereka.
"Kami panggil dan evaluasi apa yang menjadi kendala. Pak Frans juga berkunjung dari kamar ke kamar dan mengikuti perkembangan studi," jelasnya.
Baca juga: Kantor BPBD Puncak Papua Tengah Terbakar, Seluruh Bangunan dan Isi Ludes
Sementara itu, Tobias Tukan menekankan pentingnya mahasiswa mengelola kebutuhan, termasuk biaya hidup, secara bijak selama menjalani pendidikan.
Melalui monitoring tersebut, YPMAK berharap berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa dapat teridentifikasi dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pendampingan serta kualitas program pendidikan bagi penerima beasiswa.(*)