Sosok Anak yang Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas dan Lukai Ayah di Bojonegoro, Bukan Amukan Pertama
Musahadah August 27, 2026 08:32 AM

 

SURYA.CO.ID I BOJONEGORO - Terungkap kelakuan Mahmud (30), anak yang menganiaya ibu kandungnya, Supatmi (65) hingga tewas di Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada Rabu (26/8/2026). 

Tak hanya Supatmi, sang ayah Mahbop (7) juga terkena amukan Mahmud hingga membuatnya terluka. 

Kejadian itu berlangsung saat kondisi lingkungan sekitar rumah sepi. 

Menurut Suratni, Ketua RT 1 RW 4 Desa Bungur, tragedi berdarah ini diketahui terjadi sekira pukul 10.00 WIB. 

Saat itu diduga sakit kejiwaan pelaku kambuh dan mengamuk tidak jelas.

Baca juga: BREAKING NEWS Anak Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas di Bojonegoro, Polisi Selidiki Motif

PIhak keluarga sempat berupaya memindahkan ibunya ke rumah kerumah kerabat tak jauh dari tempat tinggalnya, namun 

Namun, hal itu justru berujung keributan, emosi Mahmud yang tidak terkontrol justru menyerang keluarganya sendiri.

Pelaku yang kalap dan tidak terkontrol kemudian menganiaya ibu kandungnya, Supatmi, tanpa alasan yang jelas menggunakan batu.

Korban yang diketahui sakit stroke ini tak berdaya menghadapi amukan pelaku hingga akhirnya korban mengalami luka serius dibagian kepala dan meninggal dunia.

Ayah pelaku Mahbop yang baru pulang dari sawah berusaha melerai kejadian itu, tapi justu turut menjadi korban amukan pelaku.

Ia mengalami sejumlah luka akibat dihantam dengan batu lalu diselamatkan warga.

"Sempat duel sama ponakan-ponakannya, terus akhirnya bapaknya yang pulang dari sawah, akhirnya duel sama bapaknya sekalian," katanya.

Suratni menyebut, saat kejadian kondisi dilingkungan tempat tinggal korban sepi, ketika itu warga sedang bertani di sawah.

Pasca kejadian, warga baru mengetahui pelaku telah menganiaya ibu kandungnya hingga meninggal dunia.

Korban ditemukan warga sudah tergulai bersimba darah di ruang tamu tepat didepan pintu kamar korban.

Sosok Pelaku

PENGANIAYAAN - Satreskrim Polres Bojonegoro saat mengevakuasi korban penganiayaan hingga tewas di Desa Bungur Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). Korban diketahui bernama Supatmi (65) diduga dianiaya anak kandungnya bernama Mhafud (30)
PENGANIAYAAN - Satreskrim Polres Bojonegoro saat mengevakuasi korban penganiayaan hingga tewas di Desa Bungur Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). Korban diketahui bernama Supatmi (65) diduga dianiaya anak kandungnya bernama Mhafud (30) (Surya.co.id/Misbahul Munir)

Suratni menyebut pelaku sempat mengalami depresi atau sakit kejiwaan sejak lama.

"Memang anak ini (red: pelaku) sebelumnya riwayat stres (sakit kejiwaan) sepertinya kambuh lagi, lalu mengamuk," ujar Suratni pada Tribunjatim.com,

Bahkan, sebelum kejadian yang menewaskan ibunya, pelaku disebut pernah melakukan tindakan kekerasan serupa terhadap sang ibu.

Namun, terkait apakah pelaku pernah mendapatkan penanganan atau pengobatan atas kondisi kejiwaannya, Suratni mengaku tidak mengetahui secara pasti.

"Sudah lama. Dulu pernah, berapa bulan gitu ya, ibunya pernah dipukuli dan diseret-seret," sambungnya.

Pasca melakukan penganiayaan hingga merenggut nyawa ibu kandungnya, pelaku kemudian diamankan warga.

Kejadian itu oleh warga selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Kanor. Pelaku kemudian diserahkan kepada polisi untuk diamankan.

Kasus dugaan penganiayaan berujung kematian ini, selanjutnya ditangani oleh Satreskrim Polres Bojonegoro.

Tim inafis yang tiba dilokasi langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban dibantu oleh tim kesehatan Puskesmas Kanor.

Terlihat petugas juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban dan alat yang diduga untuk menghabisi nyawa korban. 

Masih Diselidiki

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Cipto Dwi Leksana membenarkan adanya kejadian tersebut. I

"Ada dua orang yang menjadi korban yang masih berstatus keluarga dekat, satu dinyatakan meninggal dunia dan satu orang lainnya luka-luka," ungkap cipto, usai olah TKP dilokasi.

Cipto menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku untuk mengungkap kronologi kejadian dan motif pelaku yang nekat menganiaya ibu kandungnya sendiri hingga meninggal dunia. 

Sementara itu terkait dugaan pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Cipto menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih memeriksa lebih lanjut. 

"Pelaku sudah kami amankan, dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk kronologi dan motifnya berikut kondisi kejiwaan pelaku masih dalam pemeriksaan," pungkasnya. 

Setelah dilakukan olah TKP jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Bojonegoro untuk proses pemulasaran jenazah. (Misbahul Munir)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.