Pemprov Gorontalo Siapkan 2.500 Paket di Pasar Murah, Warga Bisa Tebus 7 Komoditas Rp95 Ribu
Fadri Kidjab August 27, 2026 09:42 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo kembali menggelar pasar murah bersubsidi untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, pada Kamis (27/8/2026) pagi dan dihadiri langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama jajaran Pemprov Gorontalo.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov menyiapkan sebanyak 2.500 paket bahan pokok yang dapat ditebus masyarakat dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan harga normal di pasaran.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan, pasar murah tersebut tidak hanya bertujuan memberikan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bentuk penyampaian informasi kepada masyarakat bahwa ketersediaan bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga di Gorontalo masih mencukupi.

Menurut Gusnar, pemerintah terus memantau perkembangan stok dan harga kebutuhan pokok di pasaran.

"Pasar murah ini kita lakukan untuk memberikan pesan, informasi kepada semua masyarakat bahwa stok bahan makanan keperluan rumah tangga tersedia di Provinsi Gorontalo ini," ujar Gusnar di hadapan masyarakat.

Ia mengatakan, pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok penting dilakukan agar tidak terjadi kenaikan harga yang terlalu tinggi tanpa diketahui penyebabnya.

Gusnar mencontohkan kenaikan harga beras yang sempat terjadi sebelumnya. Setelah ditelusuri oleh pemerintah, kenaikan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kendala transportasi dan angkutan dalam distribusi barang.

"Kalau terjadi kekosongan di satu tempat, tentu harga naik," katanya.

Gubernur menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah. Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga dapat terkendali.

Ia juga meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok. Menurutnya, pemerintah terus bekerja memantau kondisi di lapangan meskipun tidak seluruh langkah tersebut selalu disampaikan kepada masyarakat.

"Kondisi seperti ini terus kami pantau. Kami terus bekerja. Tentu kalau kerjaan kami tidak selalu kita sampaikan, tetapi yakin dan percaya kami terus perhatikan keadaan," ujarnya.

Lebih lanjut, Gusnar mengatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap ketersediaan bahan pokok juga dilakukan melalui komunikasi dengan pemerintah pusat. Ia menyebut kondisi Gorontalo, terutama berkaitan dengan ketersediaan beras, terus dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Gusnar, kebijakan pemerintah pusat melalui Bulog saat ini telah berjalan dalam bentuk penyaluran bantuan beras kepada masyarakat yang berhak menerima.

"Yang ketiga, salah satu bentuk perhatian itu, kami terus melaporkan kondisi Gorontalo ini kepada Bapak Presiden Prabowo ke Istana, terutama menyangkut ketersediaan beras," kata Gusnar.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat memberikan beras yang dibeli warga
PASAR MURAH - Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat memberikan beras yang dibeli warga di Pasar Murah Bersubsidi di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Kamis (27/8/2026). (Sumber: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Ia menyebutkan, kebijakan Presiden melalui Bulog telah mulai direalisasikan dengan penyaluran beras kepada penerima manfaat. Masing-masing penerima mendapatkan sekitar 30 kilogram beras untuk kebutuhan tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September.

"Saya baru cek di Bulog, masih sementara jalan. Nanti cek di masing-masing kelurahan," ujarnya.
Gusnar menyebut tiga hal tersebut menjadi bagian penting yang ingin disampaikan kepada masyarakat dalam kegiatan pasar murah bersubsidi.

Sementara itu, Asisten II Pemprov Gorontalo Jamal Nganro menjelaskan bahwa pasar murah bersubsidi tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Gubernur Gusnar Ismail dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

Jamal mengatakan, Gubernur secara rutin memantau perkembangan harga barang kebutuhan pokok di lapangan, terutama komoditas yang mengalami kenaikan.

"Alhamdulillah, kegiatan pasar murah ini salah satu komitmen dari Bapak Gubernur yang setiap saat selalu memantau perkembangan harga di lapangan," ujar Jamal.

Ia mengatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok saat ini tidak hanya terjadi di Gorontalo, tetapi juga menjadi persoalan yang dirasakan di berbagai daerah di Indonesia. Ia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kemarau panjang serta perkembangan situasi global.

"Memang seluruh Indonesia, kondisi negara kita bukan hanya di Gorontalo seperti ini. Memang kita ada hambatan terkait dengan kemarau, kemarau panjang," katanya.

Selain itu, Jamal menyebut perkembangan global juga dapat memengaruhi kondisi ekonomi dan harga kebutuhan pokok di dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta untuk terus melakukan langkah konkret guna membantu masyarakat.

Atas dasar tersebut, Gubernur kemudian memerintahkan jajaran terkait melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo untuk menggelar pasar murah bersubsidi.

Pada kegiatan kali ini, sebanyak 2.500 paket disiapkan oleh pemerintah. Setiap paket terdiri atas tujuh komoditas kebutuhan pokok:

- Beras: 5 kilogram seharga Rp25.000.

- Gula pasir: 1 kilogram seharga Rp10.000.

- Minyak goreng: 1 liter seharga Rp10.000.

- Telur ayam: 10 butir seharga Rp10.000.

- Cabai rawit: 1,4 kilogram seharga Rp10.000.

- Bawang merah: 0,5 kilogram seharga Rp10.000.

- Ayam broiler: Satu ekor seharga Rp20.000.

Baca juga: Agenda Pemprov Gorontalo Kamis 27 Agustus 2026, Gubernur Gusnar Kunjungi Pasar Murah

Jamal mengatakan, jika seluruh tujuh komoditas tersebut dibeli oleh masyarakat, total yang harus dibayarkan hanya Rp95.000. Padahal, berdasarkan perhitungan pemerintah, harga normal seluruh komoditas tersebut di pasaran mencapai sekitar Rp271.500.

Dengan demikian, masyarakat memperoleh subsidi sekitar Rp176.500 apabila mengambil seluruh komoditas dalam paket tersebut.

"Kalau seandainya masyarakat membeli semua tujuh paket ini, cukup Rp95.000. Padahal di pasar itu minimal atau normalnya Rp271.500," ujar Jamal.

"Artinya melalui Bapak Gubernur memberikan subsidi sebesar Rp176.500 jika diambil semuanya," sambung Jamal.

Selain itu, Jamal mengatakan bahwa pemerintah juga menyiapkan alternatif bagi masyarakat apabila 2.500 paket bersubsidi yang disediakan telah habis. Menurutnya, Bulog turut hadir dalam kegiatan tersebut dengan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau.

Selain Bulog, terdapat pula pihak ritel modern dan distributor yang ikut menyediakan barang bagi masyarakat.

"Jika 2.500 habis, Pak Gubernur juga hadirkan Bulog di sini. Harganya juga sangat murah," kata Jamal.
Ia menjelaskan, kehadiran distributor juga diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terkendali.

"Distributor, jadi harga tangan pertama, bukan lagi tangan yang keberapa. Jadi harga betul-betul Pak Gubernur di samping harga yang disubsidi," ujarnya.

Pemprov Gorontalo berharap masyarakat dapat memanfaatkan pasar murah tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Pantauan Tribun Gorontalo di lapangan, pasar murah bersubsidi tersebut kemudian dibuka secara resmi oleh Gusnar dan masyarakat dipersilakan berbelanja kebutuhan pokok yang telah disiapkan pemerintah.

Tampak tenda-tenda mengelilingi lokasi tersebut. Warga kemudian tampak antusias membeli bahan pokok. Terlihat ibu-ibu dan bapak-bapak turut serta berbelanja pada pagi yang cerah tersebut.

Desak-desakan sempat mewarnai pasar murah, tetapi petugas sigap mengatur jalur pembelian. Gusnar juga turut menyapa masyarakat, berjabat tangan, serta melayani masyarakat yang berbelanja. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.