Lapor Kak RT! Bukti Pemkot Makassar Dekat dengan Warga
Saldy Irawan August 27, 2026 10:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua RT dan RW bukan sekadar pengurus lingkungan.

Mereka menjadi sosok yang paling dekat dengan warga, tempat masyarakat menyampaikan keluhan sekaligus menerima informasi tentang berbagai program Pemkot Makassar. 

Peran mulia para pelayan akar rumput ini pun dibingkai melalui karya kreatif tim Pemkot Makassar, dalam bentuk web series berjudul "Lapor Kak RT".

Web series ini mengangkat cerita kehidupan Ketua RT, lengkap dengan persoalan warga, dinamika lingkungan, hingga kisah keseharian yang dibalut lewat komedi.

Promosi web series tersebut telah ditayangkan melalui akun media sosial Pemerintah Kota Makassar dan akun Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

DRAMA RT - Screenshot video promosi web series Lapor Kak RT diunggah oleh akun media sosial Pemerintah Kota Makassar dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, dilihat Rabu (26/8/2026). Web series jadi sarana pemerintah kota mensosialisasikan program kepada masyarakat dengan cara santai dan mudah dicerna.
DRAMA RT - Screenshot video promosi web series Lapor Kak RT diunggah oleh akun media sosial Pemerintah Kota Makassar dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, dilihat Rabu (26/8/2026). Web series jadi sarana pemerintah kota mensosialisasikan program kepada masyarakat dengan cara santai dan mudah dicerna. (Tribun-timur.com)

Di awal video, pemain sinrilik Arif Rahman Daeng Rate tampil melantunkan gambaran cerita sambil memainkan alat musik tradisional Makassar, kesok-kesok.

"Eee....kere uru na, kere pakaramulana nania carita ilalang sekrea kompleka ro buta mangkasarak, nia ki bedeng Daeng Serang ka tidak bisa mi jadi ketua RT jadi na bilang pilih mi Ketua RT yang lebih muda," ucapnya dalam video itu, Rabu (26/8/2026).

Cerita kemudian berlanjut pada suasana musyawarah warga untuk memilih Ketua RT.

Seorang pemuda bernama Aspar didorong menjadi Ketua RT.

Namun, ia justru terpilih karena kesalahpahaman yang mengundang tawa.

Saat seorang perempuan menyuguhkan kopi, Aspar menjawab, Iye' (iya).  

Jawaban sederhana itu langsung dianggap sebagai tanda kesediaannya menjadi Ketua RT.

"Itu mauji," timpal salah seorang peserta musyawarah.

Aspar pun akhirnya harus menjalani peran barunya sebagai Ketua RT.

Di tengah tugasnya mengurus warga dan mengikuti lomba RT percontohan, ia juga memiliki kepentingan pribadi, yakni ingin mendekati Ramlah, anak dari Ketua RT sebelumnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Aspar dibantu teman-temannya yang biasa berkumpul di pos ronda, yakni Tumming, Abu, Mellonk, dan Pandi, serta warga RT 01 lainnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muhammad Roem mengatakan series Lapor Kak RT sengaja dibuat sebagai salah satu media komunikasi Pemerintah Kota Makassar kepada masyarakat.

Menurutnya, cerita tentang Aspar dipilih karena kehidupan Ketua RT yang sangat dekat dengan keseharian warga.

"Di sisi lain, ia harus mengurus RT-nya yang ikut dalam lomba RT percontohan," ucap Roem.

Web series tersebut tidak hanya ditujukan sebagai tontonan hiburan.

Roem mengatakan, tayangan itu akan menjadi media penyampaian informasi dan edukasi mengenai sejumlah program prioritas Pemkot Makassar, termasuk Lontara Plus dan program pemilahan sampah.

"Web series itu akan menjadi media untuk menyampaikan informasi dan edukasi mengenai sejumlah program prioritas Pemkot Makassar, di antaranya Lontara Plus dan program pemilahan sampah," jelasnya.

Pendekatan ini menjadi penting karena tidak semua informasi pemerintah mudah dipahami jika hanya disampaikan melalui sosialisasi formal.

Harapannya masyarakat tidak hanya mengetahui program yang dibuat pemerintah, tetapi juga memahami alasan dan cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Harapannya, pesan yang disampaikan bisa diterima dan diterapkan oleh seluruh warga Makassar," kata Roem.

Cerita tentang Aspar bukan semata-mata tentang seorang pemuda yang tiba-tiba menjadi Ketua RT.

Di balik komedinya, ada pesan bahwa keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada komunikasi dengan masyarakat.

Melalui Lapor Kak RT, Pemkot Makassar berharap program pemerintah tidak berhenti sebagai informasi, tetapi menjadi pengetahuan yang dipahami dan akhirnya dilakukan bersama oleh warga.

"Selain menjadi tontonan hiburan, web series tersebut diharapkan menjadi sarana komunikasi, edukasi, dan penyampaian informasi mengenai program prioritas Pemkot Makassar," Roem menambahkan.

Pesan Munafri untuk RTRW

Peran Ketua RT dan RW yang menjadi inti cerita Lapor Kak RT bukan hal baru bagi Pemerintah Kota Makassar.

Pada 29 Desember 2025 lalu, Pemkot Makassar menghelat pelantikan Ketua RT dan RW se-Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Ujung Pandang, Kota Makassar.

Sebanyak 6.032 Ketua RT/RW dilantik dalam momentum tersebut, terdiri atas 5.027 Ketua RT dan 1.005 Ketua RW yang tersebar di 153 kelurahan dan 15 kecamatan.

Pelantikan itu menegaskan posisi RT/RW sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan di tingkat lingkungan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat itu menegaskan bahwa RT/RW merupakan representasi langsung masyarakat sekaligus perpanjangan tangan pemerintah.

"Ini memberikan makna bahwa demokrasi di Kota Makassar benar-benar dipilih melalui kesepakatan warga. Tidak ada lagi Ketua RT/RW yang ditunjuk atas keinginan pihak tertentu, tetapi dipilih langsung oleh masyarakat di wilayahnya masing-masing," ujarnya.

Menurut Munafri, RT/RW bukan jabatan struktural pemerintahan, melainkan jabatan sosial yang memiliki tanggung jawab besar terhadap lingkungan.

"Tugas RT/RW adalah perpanjangan tangan pemerintah untuk mencermati kondisi masyarakat, menyampaikan informasi yang jelas, dan menjaga kepedulian sosial di wilayahnya. RT/RW adalah wajah pemerintah Kota Makassar di tingkat paling bawah," tegasnya.

Karena itu, keberadaan RT/RW menjadi penting ketika pemerintah ingin memastikan sebuah program benar-benar sampai kepada masyarakat.

Mulai dari pemilahan sampah, pelayanan administrasi, penyampaian informasi, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat, RT/RW berada di garis paling dekat dengan warga.

Menanti Episode Lengkap

Ketua RT 005 RW 002 Kelurahan Tidung, Kamaruddin, mengaku tidak sabar menantikan episode lengkap web series tersebut.

Ia menilai video promosi yang telah beredar sudah cukup menghibur.

"Dari video Facebook-nya Pak Wali itu, sudah sekali mi menurutku," ucapnya.

Menurut Kamaruddin, tayangan tersebut dapat menjadi hiburan sekaligus cermin bagi para pengurus lingkungan.

Ia berharap cerita yang diangkat tidak hanya menampilkan sisi lucu seorang Ketua RT, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pengurus lingkungan membantu masyarakat.

"Kalau cerita-ceritanya banyak mengangkat kisah bagaimana ketua RT membantu warga, saya pikir menarik sekali. Bisa ki bercermin dari situ," ucapnya.

Ia juga menilai penyampaian program pemerintah melalui video dapat membuat masyarakat lebih mudah memahami tugas dan peran RT.

"Mungkin lebih memahami kami, bagaimana perjuangan RT. Lewat film ini, bisa lebih ditingkatkan keikutsertaan warga mengikuti arahan kami, heheh," ucapnya.

Web series Lapor Kak RT melibatkan sejumlah talenta lokal Makassar, diantaranya Tumming, Abu, Mellonk, Mamak Tumming, Dg Sugi, Reo Ramadhan, Mega, Darmawan, Kandaya, Alli Murdani, Faisal Yunus, Suryadi, Zaka, Cukke, dan Iwan Coy.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.