Sosok Menko Polkam Djamari Chaniago yang Minta DPR Terima Massa Demo 27 Agustus, Penyusup Ditangkap
Musahadah August 27, 2026 10:06 AM

 

SURYA.CO.ID - Ini lah sosok Djamari Chaniago,  Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) yang meminta anggota DPR RI menerima audiensi massa demo 27 Agustus hari ini, Kamis (27/8/2026).

Permintaan Djamari Chaniago diucapkan saat ditemui media di kawasan Gelora Bung Karno, Kamis pagi. 

Djamari beralasan hal itu agar aspirasinya tersalurkan dengan baik sehingga kerucihan dapat dihindarkan. 

“Kita kawal supaya aspirasi ini tersalurkan dengan baik, diterima pula oleh anggota DPR dengan bagus,” kata purnawirawan TNI berpangkat terakhir Letnan Jenderal (Letjen). 

Alumnus  Akademi Militer (AKABRI) pada 1971 ini juga meminta agar DPR RI dapat segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang hadir hari ini.

Baca juga: Sosok Riduan Dirut Bank Mandiri yang Minta Maaf Soal Rekening Botok Diblokir, Polisi Sudah Cabut

“Setelah mereka diterima oleh DPR, bisa ditindaklanjuti dan ditanggapi oleh anggota DPR keinginan dan aspirasi masyarakat kita,” ujar dia.

Terduga Perusuh Ditangkap

Djamari menyebut polisi menangkap sejumlah orang yang diduga akan membuat kerusuhan dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI hari ini, Kamis (27/8/2026).

“Kapolda menyampaikan saya, dari sejak tadi malam itu dilakukan ada beberapa orang yang sudah kita periksa yang kita tahan untuk sementara,” kata Djamari usai berolahraga bersama Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Letjen Deddy Suryadi di Gelora Bung Karno.

Namun, belum ada informasi terkait jumlah orang yang ditangkap.

Menurut Djamari, massa aksi yang datang dari berbagai kelompok memang berpotensi disusupi perusuh.

Oleh karena itu, dia menegaskan pentingnya upaya preventif dari kepolisian untuk memastikan aspirasi masyarakat bisa tersampaikan dengan baik.

Namun, Djamari menegaskan tak ada penyekatan di wilayah penyangga yang diberlakukan.

“Penyekatan tuh enggak ada ya, masa penyekatan orang menyampaikan aspirasi disekat ya enggak ada penyekatan,” kata dia.

Sebagai informasi, sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Sedikitnya empat kelompok akan menyampaikan aspirasi dengan tuntutan berbeda, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).

Mereka akan menyampaikan tuntutan pengesahan RUU perampasan aset, hukuman mati koruptor, hingga mendukung makan bergizi gratis.

Siapakah Djamari Chaniago?  

PELANTIKAN DJAMARI CHANIAGO - residen Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat istimewa Jenderal TNI Kehormatan kepada Djamari Chaniago, Menko Polkam di Ruang Kredensial, Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025).
PELANTIKAN DJAMARI CHANIAGO - residen Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat istimewa Jenderal TNI Kehormatan kepada Djamari Chaniago, Menko Polkam di Ruang Kredensial, Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025). (Sekretariat Presiden)

Letnan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago resmi dilantik menjadi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) pada Rabu (17/9/2025) menggantikan Budi Gunawan.

Adapun pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Tahun 2024-2029 yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.

Djamari Chaniago lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 April 1949.

Ayahnya, Mochtar, berasal dari Tabek Patah, Tanah Datar, sedangkan ibunya, Djamilah dari Ulak Karang, Padang bersuku Chaniago, Minangkabau.

Ia menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Bandung.

Djamari lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1971.

Ia ditempatkan di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) pada 1974 dan menduduki beberapa jabatan komandan tempur di Aceh dan Timor Timur antara 1970-an hingga 1990-an.

Djamari tercatat pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Komandan Komando Distrik Militer 0501 Jakarta Pusat antara 1988 hingga 1990, dan Kepala Staf Brigade Infanteri 18 Kostrad.

Pangkatnya naik menjadi kolonel saat menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 18 Kostrad antara 1992 hingga 1993 dan kemudian ia menjadi Komandan Resimen Induk Kodam I/Bukit Barisan.

Ia kemudian berpangkat brigadir jenderal dan pada 1995 diangkat menjadi Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad.

Pada 1997, ia diangkat menjadi Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi (Pangdam III/Siliwangi).

Pada 23 Mei 1998, Djamari dipromosikan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Pada 9 November 1999, ia diangkat menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Kemudian pada 8 Maret 2000, ia diangkat menjadi Kepala Staf Umum TNI dan menjabat hingga pensiun pada 2004.

Djamari sempat duduk sebagai Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Fraksi Utusan Daerah Jawa Barat (1997–1998) dan Fraksi ABRI (1998–1999).

Pada 17 September 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Sebelum dilantik, Djamari menerima kenaikan pangkat istimewa jenderal TNI kehormatan bersama Ahmad Dofiri dari Polri.

Setelah pensiun dari militer, Djamari tetap aktif di dunia sipil.

Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.

Djamari juga memimpin komunitas motor besar (moge) di Sumatera Barat.

Sebagai pengakuan atas pengabdiannya, Djamari menerima berbagai penghargaan, antara lain Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma, Bintang Kartika Eka Paksi, serta medali dari PBB dan Malaysia. (kompas.com/wikipedia)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.