TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bagi sebagian masyarakat Jawa Tengah, sepeda motor bukan sekadar alat transportasi.
Kendaraan roda dua menjadi bagian dari rutinitas yang menemani perjalanan dari rumah menuju tempat kerja, mengantar keluarga, hingga memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.
Di tengah aktivitas masyarakat yang semakin dinamis, motor menjadi pilihan karena menawarkan kepraktisan dan fleksibilitas.
Baca juga: Saat Motor Jadi Penopang Nafkah: Honda Revo Fit Antar Wahyu Puluhan Kilometer Setiap Hari
Cerita itu terlihat dari pengalaman tiga pengguna Honda di Demak, Kendal, dan Kota Semarang.
Mereka memiliki aktivitas berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan: sepeda motor menjadi bagian penting dari mobilitas harian.
Dika, warga Demak pengguna Honda Vario, mengatakan, motor menjadi kendaraan yang diandalkannya untuk berbagai aktivitas.
"Selama menggunakan Honda, saya merasa motor ini cukup nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Mau dipakai bekerja atau bepergian, rasanya praktis dan mudah," kata Dika, Kamis (27/8/2026).
Bagi Dika, kendaraan yang digunakan setiap hari tidak cukup hanya memiliki tampilan menarik.
Kenyamanan dan kemudahan perawatan menjadi pertimbangan karena motor harus mampu mendukung aktivitasnya.
"Yang saya suka, Honda sudah sangat familiar bagi masyarakat. Untuk perawatan dan servis juga mudah ditemukan, jadi kalau ada kebutuhan tidak terlalu khawatir," ujarnya.
Cerita mengenai sepeda motor sebagai penopang mobilitas juga datang dari Kendal.
Faizal Ahmad, warga Kendal yang setiap hari menunggangi Honda BeAT, mengatakan, kendaraan roda dua membuat aktivitasnya menjadi lebih praktis.
"Saya membutuhkan motor yang bisa diandalkan untuk aktivitas harian. Honda menurut saya nyaman digunakan dan cukup mendukung kebutuhan saya, terutama ketika harus bepergian cukup sering," kata Faizal.
Bagi Faizal, penggunaan motor setiap hari juga membuat persoalan perawatan menjadi penting.
Menurutnya, kemudahan menemukan layanan servis menjadi salah satu pertimbangan dalam menggunakan kendaraan.
"Kalau kendaraan dipakai setiap hari, tentu perawatan penting. Saya merasa lebih tenang karena untuk servis Honda cukup mudah ditemukan," ujarnya.
Sementara itu, Majid, warga Kota Semarang pengguna Honda Scoopy, melihat sepeda motor sebagai kendaraan yang dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan.
Padatnya aktivitas dan kebutuhan berpindah dari satu tempat ke tempat lain membuat kendaraan roda dua menjadi pilihan praktis.
"Kalau di Semarang, motor sangat membantu mobilitas. Ketika harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain, menggunakan motor terasa lebih praktis," kata Majid.
Majid juga menilai Honda memiliki pilihan kendaraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
"Saya melihat Honda punya banyak pilihan. Jadi orang bisa memilih sesuai kebutuhan dan aktivitasnya. Yang paling penting bagi saya adalah nyaman dipakai dan mudah dirawat," ujarnya.
Tiga cerita tersebut memperlihatkan bahwa alasan masyarakat menggunakan sepeda motor tidak selalu sama.
Dika mengandalkannya untuk aktivitas di Demak. Faizal menggunakannya untuk menunjang mobilitas di Kendal. Sementara Majid memanfaatkan motor untuk menghadapi aktivitas Kota Semarang.
Namun, semuanya bertemu pada kebutuhan yang sama: kendaraan yang praktis dan dapat diandalkan.
Bagi industri otomotif, perubahan kebutuhan tersebut membuat hubungan dengan konsumen tidak berhenti ketika kendaraan terjual.
Produk, layanan purnajual, perawatan dan edukasi keselamatan berkendara menjadi bagian dari pengalaman pengguna.
Hal tersebut juga menjadi perhatian Astra Motor Jawa Tengah.
Marketing Manager Astra Motor Jawa Tengah, Kresna Murti Dewanto, sebelumnya mengatakan komitmen Honda Jateng tidak hanya menghadirkan produk sepeda motor, tetapi juga layanan dan servis untuk konsumen.
"Selama 56 tahun Astra Motor menemani konsumen setia, Honda Jateng berkomitmen untuk terus menghadirkan produk sepeda motor unggulan, layanan terbaik, serta servis berkualitas bagi seluruh konsumen," ujar Kresna.
Astra Motor Jawa Tengah juga memperkuat sisi edukasi keselamatan berkendara.
Pada Juli 2026, Astra Motor meresmikan Safety Riding Center Jawa Tengah di kawasan Bukit Semarang Baru sebagai fasilitas edukasi keselamatan berkendara.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan dalam menggunakan sepeda motor. (bud)
Baca juga: Honda dan Cerita Dua Pengendara Muda Jawa Tengah: Putri di Semarang, Samuel di Kendal