Buntut Kasus Rekening Botok AMPB, Muncul Klaim Kebocoran Data Jajaran Direksi Bank Mandiri
Laksmi Anindita August 27, 2026 10:54 AM

TRIBUNWOW.COM – Polemik penundaan transaksi rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, berlanjut dengan munculnya klaim dugaan kebocoran data jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mandiri di media sosial.

Dalam unggahan yang beredar pada Rabu (26/8/2026), seorang hacker membagikan tangkapan layar yang diklaim berisi data jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mandiri.

Tangkapan layar tersebut disebut mencantumkan sejumlah informasi pribadi. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi bahwa data tersebut benar berasal dari sistem Bank Mandiri atau merupakan hasil peretasan terhadap sistem perusahaan.

Sementara itu, Bank Mandiri sebelumnya menyatakan memiliki sistem keamanan siber dan kerangka *cyber resilience* untuk melindungi data serta layanan digitalnya.

Bank Mandiri juga menyebut memiliki *Security Operation Center* yang beroperasi selama 24 jam untuk memantau dan mendeteksi ancaman siber.

Baca juga: Menko Polkam Sebut Sejumlah Orang Ditahan Jelang Demo 27 Agustus di DPR

Baca juga: Kabar Duka Ibunda Deddy Corbuzier Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun, Sabrina Terlihat Mendampingi

Hingga saat ini, klaim mengenai dugaan kebocoran data jajaran Direksi dan Komisaris tersebut belum mendapat tanggapan dari Bank Mandiri.

Seperti diketahui, Bank Mandiri dilaporkan melakukan penundaan transaksi terhadap rekening milik Supriyono alias Botok menjelang aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026).

Rekening tersebut berisi dana donasi logistik aksi sekitar Rp80,9 juta yang disebut tidak dapat digunakan menjelang rencana aksi di Jakarta.

Bank Mandiri kemudian memberikan klarifikasi dan menyebut penundaan transaksi tersebut dilakukan atas permintaan resmi aparat penegak hukum.

Polda Metro Jaya juga membenarkan telah meminta penundaan transaksi terhadap rekening Botok.

Namun, kepolisian menegaskan rekening tersebut tidak diblokir secara total, melainkan dikenai penundaan transaksi selama lima hari.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.