Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM,MAUMERE - Gempa Magnitudo 5.0, yang terjadi pada pukul 21:15:33 WIB, berlokasi: 8.36 LS - 121.52 BT, 42 km Timur Laut Mbay-Nagekeo-NTT, Rabu (26/8/2026) malam.
Gempa dengan kedalaman 10 km ini menyebabkan warga Kabupaten Sikka panik dan berhamburan keluar rumah.
Seperti di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, warga berhamburan keluar rumah kemudian tidur di jalan dan teras-teras rumah mereka.
Sementara itu, warga lainnya berlari ke gunung pasca diguncang gempa susulan itu.
Jumaldi, warga Desa Nangahale, mengatakan saat ini tidak ada warga yang tidur didalam rumah, warga setempat memilih tidur dijalan dan teras-teras rumah.
Baca juga: INTI NTT Salurkan 100 Paket Bantuan untuk Korban Gempa Flores
"Seluruh yang ada di rumah ini tidak ada saat gempa, semuanya itu berada ada di jalan, kasian anak-anak dan ibu-ibu ini, ada yang sudah lari ke gunung malam ini. Kami masih tetap bertahan, sambil menunggu kira-kira bagaimana," ujarnya.
Sebelumnya 1.800 warga Desa Nangahale mengungsi di kebun-kebun warga pasca Gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.
Namun pada 24 Agustus 2026 itu, warga kemudian dipulangkan Pemerintah.
Jumaldi pun meluapkan kekecewaan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka, yang sudah menyuruh warga untuk kembali ke rumah padahal situasi belum aman.
Hingga kini, warga masih bertahan di luar rumah meski harus melawan cuaca dingin.
Sebelumnya, warga Desa Nangahale merupakan korban gempa dan tsunami tahun 1992, sehingga masih meninggalkan trauma hingga saat ini. (awk)