PCNU Kabupaten Tasikmalaya Kirim 23 Bus Muktamirin ke Muktamar NU Jombang
Dedy Herdiana August 27, 2026 10:21 AM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Muktamirin asal Kabupaten Tasikmalaya mulai diberangkatkan untuk mengikuti Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang digelar di Jombang, Jawa Timur.

Namun, untuk keberangkatannya dibagi ke beberapa rombongan dengan hari yang berbeda diikuti masing-masing dari MWC NU setiap kecamatan.

Untuk rombongan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU sudah berangkat lebih awal pada Selasa (25/8/2026) pukul 20.00 WIB menggunakan dua bus.

MWC NU Cikatomas berangkat menggunakan satu bus pada Selasa, 25 Agustus 2026 jam 07.00 WIB, dan MWC NU Salopa Selasa, 25 Agustus 2026 jam 13.00 WIB.

Baca juga: PCNU Kabupaten Tasikmalaya Kirim 10 Bus untuk Hadiri Muktamar ke-35 NU

Adapun untuk MWC NU Jatiwaras, berangkat di hari yang sama pukul 20.00 WIB menggunakan satu bus.

Sedangkan PCNU Kabupaten Tasikmalaya diberangkatkan Rabu, 26 Agustus 2026 sekira pukul 15.30 WIB dengan satu bus.

Sementara itu, untuk MWC NU Cineam Rabu, 26 Agustus 2026 jam 05.30 WIB dengan 1 bus.

Untuk MWC Tasik Utara berangkat secara gabungan pada Rabu, 26 Agustus 2026 jam 16.00 WIB menggunakan 3 bus bareng MWC Tanjungjaya dan Singaparna.

Untuk hari ini, Kamis,l 27 Agustus 2026 MWC NU Manonjaya bakal berangkat jam 16.00 WIB bareng MWC Leuwisari dengan dua bus.

Di tanggal 28 Agustus 2026 giliran MWC NU Sariwangi berangkat pukul 16.00 WIB bareng MWC NU Pancatengah dengan dua bus.

"Kalau sampai saat ini malah bertambah menjadi 23 bus yang awalnya hanya 10 bus muktamirin yang ikut ke Jombang," ungkap Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya Drs. KH Atam Rustam dikonfirmasi TribunPriangan.com, Kamis (27/8/2026).

Atam yang pernah menjabat sebagai Kepala MAN 2 Tasikmalaya, mengungkapkan keberangkatan muktamirin ini sebagai bentuk dukungan terselenggaranya muktamar NU, meskipun yang punya hak suara tidak semua.

"Ada 4 suara yang punya hak di Muktamar ke-35 NU ini yakni Rais Syuriah, katib, ketua tanfidziyah, dan sekretaris," jelas KH Atam, yang sempat menjadi bakal calon Bupati Tasikmalaya pada kontestasi Pilkada tahun 2024.

Adapun kandidat Ketua Umum NU saat ini makin mengerucut ke beberapa nama yakni Gus Yahya dan KH Nasarudin Umar. Gus Yahya atau KH Yahya Cholil Staquf adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) petahana, sedangkan Nasarudin Umar adalah ulama dan profesor tafsir Al-Quran Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Agama Indonesia ke-25 sejak 21 Oktober 2024 pada Kabinet Merah Putih serta Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta.

Keduanya merupakan muka lama tapi masih menjadi kandidat terkuat di Muktamar ke-35 ini.

KH Atam yang merupakan cucu dari Pahlawan Nasional Indonesia, KH. Zainal Musthafa, berharap sosok ketua umum PBNU ini bisa mengayomi masyarakat Nahdlatul Ulama dan memiliki tujuan yang sama memajukan organisasi Islam terbesar ini.

"Mau siapapun ketua NU tidak masalah, yang terpenting bisa mengayomi masyarakat Nahdlatul Ulama secara nasional dan memiliki hubungan baik dengan luar negeri untuk memajukan NU," jelas tokoh pendiri Pondok Pesantren Sukamanah, Tasikmalaya.

KH Atam bersama muktamirin yang memiliki suara sudah lebih dulu berangkat dan sampai ke lokasi acara.

"Alhamdulillah sudah di lokasi, dan kebetulan saya dan muktamirin lain naik kereta, sedangkan MWC lain naik bus," kata KH Atam.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.