TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Ketua RW setempat, Talim (37), mengatakan kobaran api yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, pada Sabtu (22/8/2026) bangunan dan harta benda pusaka di dalamnya.
Material bangunan tradisional menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat meluas. Tiang rumah menggunakan kayu, sedangkan bagian atap terbuat dari ilalang.
"Apinya sangat cepat merambat, dan memang bahan rumah adat ini kan mudah terbakar, tiangnya seperti kayu, atapnya ilalang," kata Talim di tengah reruntuhan, Senin (24/8/2026).
Talim berharap pemerintah segera mebantu membangunkan kembali rumah adat leluhur bangsa Sasak yang berusia ratusan tahun ini.
“Kami berharap pemerintah segera membantu membangun kembali rumah adat yang terbakar ini,” ungkap Talim.
Untuk membangun kembali rumah adat, Talim menyebutka butuh diskusi terlebih dahulu bersama tokoh adat setempat, karena membangun rumah adat tidak seperti membangun rumah pada umumnya.
“Nanti kita akan musyawarah dulu sama sesepuh adat, bagaimana yang terbaik bagi kita untuk membangun kembali rumah ini, dengan tetap mempertahankan bentuk bangunan lama,” ucapnya.
Ia juga berharap pembangunan kembali sekaligus menjadi kesempatan memperbaiki sistem keselamatan.
Akses jalan untuk kendaraan pemadam dan instalasi air menjadi kebutuhan yang menurutnya mendesak.
"Bisa dibuatkan jalan untuk masuk truk pemadam, ya ada instalasi air yang bisa digunakan warga untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran seperti ini," kata Talim.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pemerintah provinsi dan kabupaten sepakat membangun kembali desa adat yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Sasak tersebut.
Hal itu disampaikan Iqbal saat mengunjungi lokasi pada Rabu (26/8/2026).
Baca juga: Gubernur NTB: Jangan Sampai Sade Kehilangan Sade-nya
Dalam pertemuan dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh adat, Iqbal menyatakan rekonstruksi harus melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kita sudah komitmen satu hal yang muncul tadi bahwa rekonstruksi ini harus community-based, jadi harus berbasis masyarakat,” ucap Iqbal saat ditemui di sela kegiatan.
Menurut Iqbal, masyarakat harus menjadi penentu utama arah pembangunan kembali agar keaslian nilai budaya Sade tetap terjaga.
Ia mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah memulihkan kehidupan warga sekaligus membangun kembali Desa Sade sebagai desa adat yang memiliki nilai bagi masyarakat Sasak, NTB, hingga Indonesia.
“Sekarang kita fokus bagaimana mengembalikan kehidupan yang ada di Sade dan merekonstruksi Desa Sade yang ini adalah desa adat yang menjadi milik kita semua. Bukan hanya milik warga Sade, tapi warga NTB, milik masyarakat Indonesia,” tegasnya.
(*)