TRIBUNSUMSEL.COM -- Riduan, Direktur PT Bank Mandiri (Persero) kini menjadi sorotan setelah kisruh pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok.
Riduan juga telah menyampaikan permintaan maaf terkait pemblokiran rekening milik Botok hingga sempat tak bisa digunakan.
Di balik sorotan kasus tersebut, Riduan merupakan bankir karir putra daerah kelahiran Palembang tahun 1970 yang meniti jalan dari bawah hingga menduduki kursi nomor satu di bank BUMN berlogo pita kuning ini.
Riduan secara resmi diangkat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Senin, 4 Agustus 2025, di Assembly Hall Menara Mandiri I, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 54–55, Jakarta.
Penunjukannya mengakhiri masa kepemimpinan Darmawan Junaidi yang menjabat sejak 2020, sekaligus menandai puncak pengabdian Riduan selama lebih dari dua dekade di industri perbankan nasional
Ia lahir pada tahun 1970 dan tumbuh besar di Palembang, Riduan menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di jurusan Akuntansi di Universitas Sriwijaya.
Pengalaman profesionalnya dimulai pada tahun 1996 sebagai auditor internal di PT Bank Dagang Negara (BDN).
Saat gelombang restrukturisasi perbankan pasca krisis membentuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada 1999, ia resmi bergabung dan memulai perjalanan karirnya secara berkelanjutan.
Perjalanan kepemimpinan Riduan diawali dari tingkat wilayah, di mana ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Cabang Bank Mandiri di tanah kelahirannya, Palembang, hingga melesat menjadi Regional CEO II/Sumatera 2 pada periode 2016–2017.
Di luar sektor perbankan, ia juga sempat dipercaya mengemban tugas di lembaga publik sebagai Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan dari tahun 2013 hingga 2016.
Setelah menuntaskan tugas di BPJS Kesehatan, Riduan kembali ke Bank Mandiri untuk memperkuat jajaran eksekutif dengan menduduki posisi Senior Executive Vice President (SEVP) Middle Corporate Banking pada 2017–2019.
Langkah karirnya semakin menanjak ketika diangkat menjadi Direktur Commercial Banking pada Januari 2019 guna memperkuat portofolio kredit menengah hingga 2024.
Kiprahnya berlanjut saat dipercaya sebagai Direktur Corporate Banking pada 2024–2025, hingga ditunjuk menjadi Wakil Direktur Utama menggantikan Alexandra Askandar dalam RUPS Tahunan 25 Maret 2025, sebelum akhirnya resmi menduduki posisi Direktur Utama hanya empat bulan kemudian.
Sebelumnya, permintaan maaf disampaikan Riduan selaku Direktur Utama Bank Mandiri terkait rekening milik aktivis asal Pati, Supriyono alias Botok, yang “diblokir” hingga sempat tidak dapat digunakan.
"Mungkin itu Bapak Pimpinan yang kami hormati. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih. Mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan," kata Riduan dikutip dari Kompas.com dalam konferensi pers bersama Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya di Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026).
Riduan mengatakan, Bank Mandiri menerima permintaan dan arahan Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya untuk segera mengaktifkan rekening tersebut.
"Sebagai bank yang melayani nasabah dengan konsekuensi yang diatur di dalam peraturan, maka kami akan menindaklanjuti apa yang tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening yang kemarin disampaikan untuk dilakukan penundaan transaksi," kata Riduan.
Riduan menegaskan, Bank Mandiri akan tetap menjalankan pelayanan perbankan dengan prinsip kehati-hatian.
"Kami akan selalu memegang amanah daripada nasabah dan masyarakat dengan baik untuk menyelenggarakan pelaksanaan perbankan secara prudensial, sehat, dan memberikan layanan terbaik," jelas Riduan.
Mendengar hal itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman berharap rekening tersebut dapat digunakan kembali oleh Botok secepat mungkin.
Langkah cepat diperlukan agar rekening tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pati yang akan menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) besok.
"Alhamdulillah, kami harapkan segera, Pak, rekening tersebut bisa digunakan oleh Pak Botok ya. Karena mungkin beliau ada keperluan untuk beraktivitas dan menyampaikan pendapat, segera maksudnya kalau bisa hari ini, Pak. Hari ini, ya," jelas Habiburokhman.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com