TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebaran titik panas atau hotspot di sejumlah provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan perbedaan cukup mencolok pada 27 Agustus 2026.
Berdasarkan data satelit NOAA-20 yang ditampilkan di sipongi.gakkum.kehutanan.go.id dengan tingkat kepercayaan hotspot kategori medium, Kalimantan Tengah mencatat jumlah hotspot terbanyak dengan 1.018 titik.
Data tersebut menunjukkan aktivitas titik panas di Kalimantan Tengah jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi lain yang masuk dalam daftar pemantauan.
Di posisi berikutnya terdapat Kalimantan Barat dengan 295 hotspot, disusul Sumatera Selatan sebanyak 255 titik.
Sementara itu, jumlah hotspot di sejumlah provinsi lainnya berada di bawah 200 titik.
Kalimantan Tengah 1.018 Hotspot
Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah hotspot paling tinggi dalam data NOAA-20 per 27 Agustus 2026.
Tercatat ada 1.018 hotspot dengan tingkat kepercayaan medium.
Jumlah tersebut lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Kalimantan Barat yang berada di posisi kedua dengan 295 hotspot.
Tingginya jumlah titik panas di Kalimantan Tengah menjadi perhatian di tengah periode rawan karhutla pada musim kemarau.
Sumatera Selatan 255 Hotspot
Di kawasan Sumatera, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi dalam data tersebut.
Tercatat terdapat 255 hotspot dengan tingkat kepercayaan medium.
Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan Riau, Jambi, dan Lampung yang masing-masing mencatat puluhan hingga hanya beberapa titik panas.
Sumatera Selatan juga menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena aktivitas karhutla di provinsi tersebut berpotensi berdampak terhadap kualitas udara di wilayah sekitarnya apabila asap terbawa angin.
Jambi Hanya 5 Hotspot
Sementara itu, Provinsi Jambi tercatat memiliki 5 hotspot berdasarkan pantauan satelit NOAA-20 dengan tingkat kepercayaan medium per 27 Agustus 2026.
Angka tersebut merupakan yang terendah kedua dalam daftar, setelah dibandingkan dengan provinsi lain yang masuk dalam data.
Sebagai perbandingan, Riau tercatat memiliki 25 hotspot dan Lampung 15 hotspot.
Meski jumlah hotspot Jambi relatif rendah dalam data tersebut, kondisi itu tidak serta-merta berarti wilayah Jambi terbebas dari ancaman karhutla.
Hotspot merupakan indikasi adanya titik panas yang terdeteksi satelit dan bukan secara otomatis menunjukkan jumlah lokasi kebakaran. Karena itu, keberadaan hotspot tetap perlu diverifikasi dengan kondisi lapangan.
Baca juga: Kota Jambi Masih Berasap Pagi Ini, Sumber Asap Diduga dari Karhutla Medang Sumsel
Baca juga: Penanganan Karhutla Jangan Mengorbankan Hak Masyarakat adat