FTBI Ciamis Jadi Wadah Anak Kenali dan Lestarikan Bahasa Sunda
Dedy Herdiana August 27, 2026 11:35 AM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Ratusan siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis menunjukkan kemampuan berbahasa Sunda dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Ciamis.

Sebanyak 374 siswa mengikuti kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis di SDN 1 Cijeungjing, Kamis (27/8/2026).

Tak sekadar menjadi ajang adu kemampuan, FTBI menjadi ruang bagi para siswa untuk mengenal, menggunakan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarsiswa dari berbagai sekolah.

Menurutnya, peserta tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan di atas panggung, tetapi juga membangun relasi dengan peserta lainnya.

"Jadi kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba. Ini untuk mempererat tali silaturahmi antara satu sama lain," ujar Erwan.

Baca juga: 7 Fakta Kisah Pilu Balita Ciamis Idap Gizi Buruk: Berat 9 Kg, Ayah Kuli Tanpa BPJS

Erwan bahkan memiliki kebiasaan khusus setiap melepas kontingen Ciamis mengikuti kegiatan. Ia meminta setiap siswa mengenal sedikitnya lima peserta lainnya.


"Biasanya saya kalau melepas kontingen ke mana-mana mewajibkan satu anak itu mengenal lima anak lainnya dari kontingennya masing-masing," katanya.

Ia berharap perkenalan yang terbangun sejak mengikuti kegiatan tersebut bisa menjadi kenangan berharga bagi para siswa ketika mereka dewasa.

Di sisi lain, Erwan meminta para juri memberikan penilaian secara profesional dan adil. 

Terlebih, menurutnya, perlombaan bahasa membutuhkan kepekaan dalam menilai kemampuan setiap peserta.

"Saya berharap dewan juri seadil mungkin, karena FTBI ini termasuk perlombaan yang susah untuk menilainya. Kepekaan emosi kemudian kepekaan terhadap peserta juga dibutuhkan oleh dewan juri," jelasnya.

Erwan menegaskan, FTBI memiliki tujuan lebih besar, yakni ikut menjaga keberlangsungan bahasa ibu di tengah perkembangan zaman.

Ia pun meminta para siswa sebagai generasi penerus tidak hanya menggunakan bahasa Sunda untuk dirinya sendiri, tetapi turut mengenalkannya kepada lingkungan sekitar.

"Ini merupakan perlindungan terhadap bahasa ibu. Anak-anak adalah penerus kami untuk melindungi bahasa ibu," ujarnya.

Menurut Erwan, bahasa dan budaya memiliki keterkaitan erat. Ketika bahasa mulai ditinggalkan, keberlangsungan budaya juga ikut terancam.

"Diyakini kalau suatu bangsa itu hancur ditandai dengan hancurnya budayanya. Hancurnya budaya juga ditandai oleh hancurnya bahasanya," katanya.


Sementara itu, Koordinator FTBI Kabupaten Ciamis, Mamat Adimat, mengatakan kegiatan tahun ini diikuti sekitar 374 siswa.

Terdapat tujuh mata lomba yang dipertandingkan, di antaranya carpon, dongeng, aksara Sunda, pupuh dan sisindiran.

Para peserta terbaik nantinya akan mewakili Kabupaten Ciamis pada FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat.

"Untuk tingkat kabupaten, insyaallah kita maju ke tingkat provinsi. Perwakilan kita yang berangkat ke sana sekitar 14 orang," kata Mamat.

Ia menilai kemampuan para peserta tahun ini cukup baik dan optimistis Ciamis dapat kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi.

"Insyaallah semuanya bisa dilihat, mungkin beberapa juara. Untuk sekarang ini memang bagus," tuturnya.

Mamat berharap pelaksanaan FTBI di Ciamis terus berkembang dan semakin mampu mendorong anak-anak menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.


"Intinya kepada anak-anak, penggunaan bahasa Sunda ini supaya lebih kita gunakan sebagai bahasa ibu," pungkasnya.

Di tengah derasnya penggunaan bahasa asing dan bahasa pergaulan, FTBI menjadi salah satu upaya menjaga agar bahasa Sunda tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda di Tatar Galuh.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.