Berkaus "Aku Terno Suntik Awakku Loro Kabeh", Botok Saksikan Langsung Sidang Paripurna DPR
Hari Susmayanti August 27, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Aktivis asal Pati, Supriyono alias Botok bersama 13 perwakilan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menggelar aksi unjukrasa diminta oleh pimpinan DPR RI untuk masuk ke dalam ruang rapat paripurna pada Kamis (27/8/2026) siang.

Botok yang mengenakan topi hitam dan kaus bergambar Burung Garuda dengan tulisan “Aku Terno Suntik Awakku Loro Kabeh” itu dikawal ketat sejumlah petugas pengamanan DPR hingga masuk ke dalam ruang paripurna.

Kepada awak media, Botok mengaku diminta oleh pimpinan DPR untuk masuk.

 “Iya,” jawab Botok.

Kehadirannya di ruang rapat paripurana ini menurut Botok bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung ke DPR. 

“Iya, semoga aspirasi rakyat Indonesia ini direalisasikan, ya,” kata dia.

Setelah masuk ke dalam ruang paripurna, Botok langsung duduk menempati kursi di balkon.

Dia menyaksikan secara langsung rapat paripurna yang digelar oleh dewan.

Adapun dalam sidang paripurna, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman sedang membacakan laporan perkembangan mengenai penyusunan RUU Perampasan Aset.

"Saya katakan bahwa ini bukan lagi target, tapi sudah dapat dipastikan Undang-Undang Perampasan Aset paling lambat akan kita sahkan di rapat paripurna di bulan Desember tahun 2026," ujar Habiburokhman.

"Ya penyusunan RUU Perampasan Aset disahkan setelah kita kemarin ya, mengesahkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP," sambungnya.

Setelah Habiburokhman selesai membacakan laporan RUU Perampasan Aset, Botok dan kawan-kawan langsung keluar dari ruang rapat paripurna.

Dia kemudian bertemu dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di ruang DPR lainnya. 

Baca juga: KITAS Beres, Christophe Nduwarugira Siap Rasakan Atmosfer Suporter PSS Sleman

Bantah Ditunggangi Kepentingan Politik

Sebelumnya, Botok secara tegas bahwa aksi unjukrasa yang dilakukan oleh AMPB di Gedung DPR RI ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu. 

Menurut Botok, aksi ini murni gerakan swadaya masyarakat dari daerah.

"Tidak ada ya tunggang-tunggangan, kami dibekingi geng Solo, kami dibekingi geng penguasa, enggak ya. Kami tidak kenal geng Solo, kami enggak kenal geng penguasa. Ini ada murni gerakan rakyat biasa yang berasal dari kampung," kata Botok kepada wartawan di depan Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026). 

Botok menjelaskan, seluruh pendanaan serta logistik aksi dihimpun secara mandiri melalui urunan warga dan donasi sukarela masyarakat.

Bahkan, ketika rekening donasi mereka sempat mengalami pemblokiran, rombongan membawa bekal bahan pangan langsung dari kampung halaman.

"Pembiayaan ini swadaya dari teman-teman dan donasi dari masyarakat. Kalau misalkan saya dari Pati tidak membawa bekal beras, sembako, sayuran, terus gimana nasib kita?" ucap Botok.

"Untung kemarin saya dari Jakarta saya membawa bekal, beras, sembako, minyak goreng, sayuran, kita bawa dari kampung," sambungnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.