TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berencana mengusulkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2027 mencapai Rp10 triliun. Naik dari APBD Riau 2026 yang hanya Rp8,4 Triliun.
Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah, menilai target tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai.
Ia meyakini angka Rp10 triliun dapat terealisasi apabila berbagai rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) DPRD Riau benar-benar dijalankan.
Menurut Abdullah, salah satu kunci untuk mencapai target tersebut adalah adanya keseriusan dari seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki keterkaitan dengan sektor pendapatan daerah.
"Kalau rekomendasi Pansus dijalankan, saya yakin target Rp10 triliun itu bisa dicapai. Tapi tentu harus ada keseriusan semua ASN yang berhubungan dengan pendapatan,"ujar Abdullah Kamis (27/8/2026).
Ia menyebut masih banyak potensi pendapatan daerah yang dapat digarap secara maksimal.
Potensi tersebut antara lain berasal dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP), hingga pengelolaan dan optimalisasi aset milik Pemerintah Provinsi Riau.
Baca juga: Cessna Caravan Terbang Malam, Memburu Awan Hujan untuk Bantu Padamkan Karhutla Riau
Baca juga: Kuansing Tetapkan Siaga Darurat Kabut Asap, OPD Diminta Bergerak Cepat
Abdullah menegaskan, berbagai potensi tersebut harus dikelola secara serius dan tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Menurutnya, optimalisasi sumber-sumber pendapatan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pencapaian target APBD Riau 2027.
"Mulai dari PBBKB, Pajak Air Permukaan, kemudian aset. Itu masih banyak potensi yang bisa digarap maksimal sesuai dengan rekomendasi," ujarnya.
Ia juga meminta keseriusan tim Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau serta seluruh pihak terkait dalam melakukan pendataan, pengawasan dan penagihan sumber-sumber pendapatan daerah.
Abdullah yakin Pemprov Riau saat ini serius mengejar peningkatan pendapatan.
"Harus dibarengi dengan keseriusan tim di Bapenda dan semua pihak yang terkait dengan pendapatan.
Saya yakin pemerintah provinsi serius mengejar pendapatan sehingga target Rp10 triliun itu bisa dicapai,"tegasnya.(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)