Harga Pangan Hari Ini 27 Agustus 2026: Beras, Minyak, dan Gula Stabil
Cahya Alena Fauza August 27, 2026 04:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Berdasarkan pantauan harga pangan di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Kamis (27/8/2026), harga beras terlihat stabil. Contohnya, beras kualitas super tipe I dijual seharga Rp 17.150 per kilogram (kg), sedangkan kualitas medium tipe I dijual Rp 16.250 per kg, dan kualitas bawah tipe I dijual Rp 14.900 per kg.

Selain itu, harga minyak dan gula juga masih stabil. Gula pasir kualitas premium diberi harga Rp 20.100 kg, sedangkan gula pasir lokal dijual seharga Rp 19.050 per kg. Selain itu, harga minyak curah kini berada di Rp 20.900 per kg.

Berikut adalah daftar lengkap harga beras, minyak, dan gula pada Kamis pagi:

Harga Beras

  • Kualitas Super: Tipe I  Rp 17.300 per kg, dan tipe II di harga Rp 16.950 per kg.
  • Kualitas Medium: Tipe I dan tipe II Rp 16.350 dan Rp 16.450 per kg.
  • Kualitas Bawah: Tipe I dijual Rp 15.200 per kg, sedangkan tipe II seharga Rp 15.050 per kg.

Harga Minyak dan Gula

  • Minyak Goreng: Kemasan bermerek 1 dijual di harga Rp 24.450 per kg, kemasan bermerek 2 seharga Rp 23.900 per kg, dan jenis curah di harga Rp 20.850 per kg.
  • Gula Pasir: Varian premium dijual Rp 20.450 per kg, sedangkan gula pasir lokal dipatok seharga Rp 19.000 per kg.

Tertinggi dalam Sejarah, Stok Beras RI Sentuh 5,1 Juta Ton

Pedagang tengah menata dagangannya di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/5). Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan harga bahan kebutuhan pokok relatif terkendali seperti beras dan daging ayam. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pedagang tengah menata dagangannya di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/5). Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan harga bahan kebutuhan pokok relatif terkendali seperti beras dan daging ayam. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional saat ini menorehkan rekor tertinggi dalam sejarah dengan menembus angka 5,1 juta ton. Ketersediaan pangan yang melimpah ini dipastikan siap mengamankan kebutuhan masyarakat sekaligus menahan gempuran dampak fenomena iklim global seperti El Nino.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian stok yang sangat solid ini. Menurutnya, besarnya cadangan beras yang dikelola Perum Bulog diyakini ampuh meminimalisir imbas perubahan iklim hingga mengantisipasi kondisi darurat atau bencana.

"Stok kita sekarang, (meski) ada El Nino, (jadi yang) tertinggi. Tapi alhamdulillah cadangan kita tertinggi selama Republik ini berdiri, yaitu 5,1 juta ton," kata Amran sebagaimana terkonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (26/8/2026).

Pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan di seluruh rantai pasok, baik untuk tingkat produsen maupun konsumen. Tantangan ini diakui tidak mudah, terutama saat menghadapi dinamika harga di lapangan.

"Ketika harga naik (beras naik), konsumen marah. Harga turun, petani marah. Harga sedang sedang, pengusaha marah. Jadi begitu berat bebannya pemerintah," ujar dia.

Meski lonjakan harga beras melanda pasar dunia, pemerintah menjamin masyarakat Indonesia terbebas dari ancaman kelaparan karena ketahanan pangan dalam negeri berada pada kondisi yang sangat aman.

"Kesiapan pangan kita selesai. (Meskipun) harga beras dunia naik, salah satu di Jepang (sampai) Rp 100.000 per kilo. (Tapi) ada yang mengatakan, jangan bandingkan. Kalau tidak ada beras, bagaimana? Satu, (bisa) kelaparan rakyat Indonesia. Kita pastikan itu tidak terjadi," katanya.

 

Data Distribusi Beras

Untuk menjaga stabilitas harga di pasar, penyaluran stok CBP terus digelontorkan lewat berbagai intervensi program. Catatan Bapanas per 24 Agustus menunjukkan total distribusi nasional telah menyentuh angka 1,69 juta ton.

Rincian Penyaluran Stok CBP Nasional:

  • SPHP Beras (Januari–Februari): 221,05 ribu ton
  • SPHP Beras (Maret–Agustus): 688,98 ribu ton
  • Bantuan Pangan Tahap Pertama: 662,86 ribu ton
  • Bantuan Pangan Tahap Kedua (Berjalan): 59,83 ribu ton
  • Golongan Anggaran: 53,68 ribu ton
  • Bantuan Bencana & Keadaan Darurat: 11,39 ribu ton

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.