WARTAKOTALIVE.COM - Terekam ekspresi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat ditantang mengundurkan diri apabila tidak memenuhi janji mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset pada 15 Desember 2026.
Tantangan itu disampaikan perwakilan koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) saat diterima audiensi oleh para pemimpin DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.
Terlihat pimpinan DPR RI yang menerima audiensi yakni Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsyurijal, dan Saan Mustopa.
Perwakilan warga Pati diterima DPR RI untuk menghadiri Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 yang menerima laporan RUU Perampasan Aset.
Dari rapat tersebut, DPR RI berjanji akan mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.
AMPB pun menerima janji tersebut dengan satu syarat. Yakni janji pengesahan RUU Perampasan Aset minimal 15 Desember 2026 itu harus ditulis hitam di atas putih.
Di mana para pemimpin DPR RI berjanji apabila RUU Perampasan Aset tidak disahkan 15 Desember 2026, maka baik Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsyurijal, dan Saan Mustopa mau mengundurkan diri dari DPR RI.
Baca juga: Lebih dari 300 Anggota DPR RI Tak Hadir di Rapat Paripurna RUU Perampasan Aset
Mendengar tantangan warga Pati itu ekspresi Dasco terlihat sedikit kaget dan tersenyum.
Sementara Saan Mustopa terlihat memangku satu tangannya di mulut mendengar tantangan tersebut.
Kemudian Cucun Ahmad terlihat mengangguk-angguk mendengar tantangan warga Pati.
Selesai mendengar tantangan tersebut, Dasco tidak menyanggupi syarat pengunduran diri dari kursi DPR RI itu.
Dasco hanya memastikan bahwa RUU Perampasan Aset akan disahkan 15 Desember 2026 paling lambat.
Diketahui Warga Pati sengaja ke Jakarta untuk menuntut pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset serta hukuman mati bagi koruptor.
Sepanjang persiapan demo, warga Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendapatkan teror.
Mulai dari kaca bus pecah dilempar batu bata di jalan tol hingga pemblokiran rekening dialami para pengunjuk rasa.
Pihak AMPB pun menjamin ke Kepolisian bahwa demo akan berlangsung damai.
Mereka pun mempersilahkan Polisi untuk menangkap provokator apabila terlihat menyusup di tengah aksi.