Bahan Pangan dan Terpal Didistribusikan ke Korban Gempa Flores di Wilayah Terisolir Manggarai  
Eko Sutriyanto August 27, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  –  Paket bantuan bahan makanan, terpal, selimut serta paket kebersihan keluarga didistribusikan oleh Islamic Relief Indonesia kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 26 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil asesmen an koordinasi dengan pemerintah daerah, serta verifikasi rumah tangga terdampak, bantuan kemanusiaan disalurkan kepada masyarakat di dua kecamatan di Manggarai yakni Kecamatan Cibal dan Cibal Barat.

Dua kecamatan ini merupakan wilayah terdampak gempa yang terisolir di Manggarai.

Respon bantuan difokuskan kepada 500 rumah tangga yang mengalami kerusakan rumah berat, dengan prioritas kepada keluarga yang memiliki anggota kelompok rentan, termasuk lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, keluarga dengan anak balita, serta kelompok dengan kebutuhan khusus lainnya. 

“Kami akhirnya dapat mencapai beberapa wilayah yang cukup terisolasi karena akses utama terdampak longsor," kata Dzikri Insan yang memimpin respons darurat Islamic Relief Indonesia di Kabupaten Manggarai.

Dia menegaskan, sulitnya akses ke kediaman para keluarga terdampak gempa tidak boleh menjadi alasan masyarakat terdampak tertinggal dari bantuan.

Baca juga: Penyaluran Bantuan Gempa NTT Belum Merata, Warga Wae Pesi Manggarai Blokade Jalan

"Kami bekerja bersama pemerintah setempat dan masyarakat untuk memastikan  bantuan dapat menjangkau keluarga yang paling membutuhkan, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan memiliki anggota keluarga dengan kerentanan khusus," ungkap Dzikri.

Pentingnya Menjaga Akuntabilitas

Dzikri menekankan, upaya menjaga akuntabilitas kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam proses distribusi bantuan agar tepat sasaran.  “Kami ingin memastikan masyarakat memahami bahwa seluruh bantuan ini diberikan secara gratis," ujarnya.

"Tidak boleh ada pungutan, pemotongan, maupun pengurangan jumlah bantuan dalam bentuk apa pun. Masyarakat juga memiliki hak untuk menyampaikan pertanyaan, saran, ataupun pengaduan apabila menemukan sesuatu yang tidak sesuai," jelasnya.

Distribusi tahap pertama dilaksanakan di Compang Cibal dan menjangkau 112 rumah tangga terdampak dari empat desa, yaitu Compang Cibal, Bere, Lenda, dan Bangkara.

Setiap rumah tangga yang terverifikasi akan menerima 1 terpal, 2 selimut, 1 paket bahan makanan, dan 1 paket kebersihan keluarga. 

Rumah tangga penerima telah melalui proses pendataan dan verifikasi lapangan dengan memprioritaskan masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat dan memiliki anggota keluarga dengan kerentanan khusus, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, serta keluarga dengan anak balita. 

Camat Cibal Barat Yohanes Regon, S.IP mendukung upaya Islamic Relief Indonesia mendistribusikan bantuan ke masyarakat terdampak gempa.

"Koordinasi sejak proses pendataan hingga distribusi sangat penting agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan dan tidak  terjadi tumpang tindih bantuan," kata Yohannes.

Hingga saat ini Pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan darurat dan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter yang terjadi pada 15 Agustus lalu berdampak luas pada hancurnya infrastruktur publik dan hunian warga di tujuh kabupaten di Pulau Flores.

Hal tersebut disampaikan Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Yohanes Oktovianus, M.M., saat melakukan peninjauan langsung di Kampung Tumpang Cibal, Kecamatan Cibal, saat acara serah terima bantuan kemanusiaan dari pihak Islamic Relief Indonesia. 

Kasus ISPA Pasca-Gempa

Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi kasus kesehatan terbanyak yang ditemukan pascagempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Agus Jamaludin mengatakan, berdasarkan laporan periode 15 hingga 25 Agustus 2026, tercatat sebanyak 9.668 kasus ISPA di wilayah terdampak gempa.

"Distribusi penyakit yang paling banyak adalah ISPA dengan 9.668 kasus yang tersebar di tujuh kabupaten," kata Agus dalam press briefing secara daring, Rabu (26/8).

Kasus ISPA tersebar di wilayah Kabupaten Manggarai, Nagekeo, Manggarai Barat, Ende, Ngada, dan Manggarai Timur. Selain ISPA, sejumlah penyakit lain juga ditemukan pascagempa.

Kemenkes melaporkan  hipertensi menjadi kasus terbanyak kedua dengan 4.686 kasus, disusul myalgia atau nyeri otot sebanyak 1.017 kasus, trauma 662 kasus, diare 627 kasus, gastritis 571 kasus, dispepsia 487 kasus, diabetes 392 kasus, penyakit kulit 347 kasus, serta low back pain sebanyak 289 kasus.

Terdapat kasus gigitan hewan penular rabies di wilayah terdampak gempa. Total terdapat 35 kasus gigitan hewan rabies yang ditemukan di Kabupaten Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.

"Kasus gigitan hewan rabies sebanyak 35 orang di Nagekeo, dan alhamdulillah sudah divaksinasi semua," ujar Agus.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.