Harga Emas di Bener Meriah Hari Ini Turun, Cek Rinciannya
Budi Fatria August 27, 2026 03:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustmai | Bener Meriah

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Perhiasan emas di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada Kamis (27/8/2026), dilaporkan kembali mengalami penurunan harga.

Pantauan wartawan TribunGayo.com, Bustami di kawasan Simpang Tiga Redelong, Bener Meriah, koreksi harga emas pada perdagangan hari ini setelah sempat bertahan stabil sebelumnya.

Pengelola Toko Emas Mutiara Baru di Simpang Tiga Redelong, Darwis membenarkan emas murni dan london hari ini mengalami penurunan harga.

"Hari ini ada penurunan harga. Emas murni turun menjadi Rp 2.270.000 per gram belum termasuk ongkos, sedangkan emas London kini berada di posisi Rp 2.150.000 per gram sudah siap ongkos kirim," ujar Darwis, Kamis (27/8/2026).

Baca juga: Update Harga Emas di Bener Meriah Rabu 26 Agustus 2026: Murni Rp 6,8 Juta per Mayam

Rincian Harga Emas Bener Meriah, Kamis, 27 Agustus 2026

Bagi masyarakat di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya yang ingin melakukan transaksi jual atau beli perhiasan hari ini, berikut adalah rincian harganya:

Emas Murni

  • Harga: Rp 2.270.000 / gram (setara dengan Rp 6.810.000 / mayam).
  • Keterangan: Mengalami penurunan Rp 10.000 per gram (harga belum termasuk ongkos pembuatan).

Emas London

  • Harga: Rp 2.150.000 / gram (setara dengan Rp 6.450.000 / mayam).
  • Keterangan: Mengalami penurunan Rp 20.000 per gram (harga sudah termasuk ongkos pembuatan).

Tren Transaksi, Warga Lebih Dominan Menjual Emas

Di tengah tren penurunan harga logam mulia ini, aktivitas jual beli perhiasan di pasar tradisional Bener Meriah justru menunjukkan pola yang menarik.

Volume transaksi masyarakat saat ini masih didominasi oleh aksi jual.

Tingginya kebutuhan ekonomi warga pascapemulihan bencana dan aktivitas harian membuat jumlah masyarakat yang melepas perhiasannya masih lebih tinggi dibandingkan yang membeli.

“Pola transaksi masyarakat saat ini masih sama, dominan menjual perhiasannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Komposisinya sekitar 65 persen warga yang menjual dan 35 persen yang membeli,” pungkas Darwis. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.