TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kehadiran LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai disebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal membawa perubahan terhadap wajah Ibu Kota.
Tak hanya dari sisi transportasi, Pramono ingin pembangunan jalur LRT tersebut turut mendorong pembenahan kawasan di sepanjang lintasannya.
Salah satunya dengan menghijaukan area di bawah kolong LRT yang selama ini didominasi struktur beton.
Menurut Pramono, jalur LRT akan melewati sejumlah kawasan padat penduduk, mulai dari Kelapa Gading, Velodrome, Pramuka hingga Manggarai.
Pramono menilai LRT Kelapa Gading-Manggarai memiliki posisi penting dalam pengembangan transportasi publik Jakarta.
Lintasan tersebut tidak hanya menghubungkan kawasan di Jakarta Utara dengan Jakarta Selatan, tetapi juga melewati sejumlah kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.
“Karena LRT ini bener-bener nantinya akan merubah wajah Jakarta karena apa, melintasi di daerah yang padat,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, keberadaan LRT di kawasan padat diharapkan dapat memberikan alternatif mobilitas bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas transportasi publik di Jakarta.
Jalur tersebut nantinya melintasi kawasan Kelapa Gading, Velodrome, Pramuka, Manggarai dan sejumlah titik lainnya.
Pramono rupanya tak ingin perubahan hanya terlihat dari atas, tempat rangkaian LRT melintas.
Ia juga meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta melakukan pembersihan dan pembenahan kawasan di bawah jalur LRT.
Bahkan, area tersebut diarahkan untuk segera dihijaukan dengan tanaman sehingga ruang di bawah jalur layang tidak sekadar menjadi hamparan beton.
“Dan sekaligus saya juga sudah memerintahkan supaya konsentrasinya tidak hanya di LRT saja, tetapi di bawahnya juga kita lakukan pembersihan dan pembenahan termasuk segera dihijaukan,” ujarnya.
Pramono ingin keberadaan infrastruktur transportasi tersebut sekaligus memberikan sentuhan baru terhadap lingkungan perkotaan di sekitarnya.
“Saya pengen di atasnya ada LRT, di bawahnya adalah menjadi daerah yang tidak hanya beton aja, tetapi dihijaukan dengan tanaman yang ada dan kami segera memulai untuk itu,” tuturnya.
Bagi Pramono, pembangunan LRT seharusnya tidak berhenti pada penyediaan sarana transportasi.
Pembenahan ruang di bawah jalur layang menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.
Dengan demikian, jalur LRT diharapkan tidak hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga ikut mempercantik kawasan yang dilintasinya.
Pemprov DKI Jakarta pun mulai menyiapkan pembenahan area tersebut agar perubahan yang dibawa LRT dapat dirasakan hingga ke ruang kota di bawah lintasannya.
Baca juga: Massa dari Berbagai Elemen Lanjut Demo di DPR Usai Warga Pati Bubar, Mahasiswa UT Bawa 5 Tuntutan
Baca juga: Peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Tertunda, Pramono Siapakan Uji Coba Tarif Rp8