Ibu Kandungnya Kena Dampak Gempa NTT, Betrand Peto Dituding Cuek, Ruben Onsu Buka Suara
Murhan August 27, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ibu kandungnya kena dampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), penyanyi Betrand Peto dituding cuek. 

Ruben Onsu sebagai ayah angkatnya akhirnya angkat bicara.

Memang, sosok putra Ruben Onsu, Betrand Peto yang jadi sorotan.

Ramai Betrand Peto dituding cuek saat ibunya kena dampak gempa NTT. 

Ruben Onsu langsung angkat bicara.

Hal itu diungkap Ruben Onsu saat sedang live TikTok bersama Ivan Gunawan yang tayang di akun TikTok @wahyufyp_.

Baca juga: Ungkap Andil Sarwendah dalam Utang Ruben Onsu, Kuasa Hukum Sentil Harta Gono Gini dan Cicilan Rumah

Baca juga: Tindakan Arya Saloka pada Nova Eliza Disorot, Gara-gara Menolong Buka Tutup Botol Minumannya

Ruben Onsu menepis anggapan bahwa anak angkatnya, Betrand Peto Putra Onsu atau yang akrab disapa Onyo, tidak memberikan bantuan kepada keluarganya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7.

"Rumahnya ibunya (keluarga Onyo) kena gempa itu benar," kata Ruben Onsu.

Ruben Onsu kembali menegaskan bahwa anggapan Betrand Peto tidak memberikan bantuan kepada keluarganya di NTT tidaklah benar.

"Salah banget, tetapi yang benar Onyo mengirimkan banyak banget. Jadi dia mengirimkan semua tabungannya langsung dikirim," lanjutnya.

Ruben Onsu menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan Betrand Peto kepada keluarganya di NTT berasal dari uang hasil tabungan pribadi.

"Onyo mengirimkan sebanyak dua hingga tiga truk untuk datang ke wilayahnya. Dia menggunakan uangnya sendiri, makanya saya bilang jangan dijadikan untuk mencari kambing hitamnya," ungkapnya.

Ruben juga menjelaskan bahwa keinginan Onyo untuk membantu keluarganya di NTT muncul atas kesadaran dan inisiatifnya sendiri.

"Onyo itu ketika melakukan pemesanan untuk memesan barang ini, barang itu, dia langsung cepat untuk membantu keluarganya termasuk saudara-saudaranya," tutupnya.

Beberapa waktu lalu, Betrand Peto mengabarkan kondisi terkini sang ayah. 

Betrand memahami situasi yang sedang dihadapi Ruben Onsu, terutama persoalan yang masih melibatkan sang ayah dengan Sarwendah.

Saat Ruben masih menjalani proses perebutan hak asuh kedua putrinya, persoalan mengenai harta bersama selama masa pernikahan juga turut menjadi bagian dari konflik tersebut.

Di tengah berbagai persoalan yang belum menemukan titik akhir itu, Betrand terus memberikan dukungan serta semangat kepada Ruben agar tetap kuat menghadapi permasalahan dengan Sarwendah, yang akrab disapa Wendah. 

Meski hubungan Ruben dan Sarwendah masih diwarnai berbagai persoalan, Betrand turut mengungkap kondisi terkini sang ayah.

Penyanyi berusia 21 tahun itu mengatakan kondisi Ruben saat ini baik. Bahkan, menurut Betrand, penampilan Ruben terlihat semakin sehat dan segar.

"Kondisi ayahku baik-baik aja, dia baik lagi, dia seger, dia sehat selalu. Gitu aja," ucap Betrand kepada awak media, dikutip dari Tribun Seleb.

Betrand Peto, yang memiliki nama lengkap Alfonsus Toribio Tenkudi dan berasal dari Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut memberikan tanggapan mengenai Giorgio Antonio.

Kekasih Sarwendah tersebut sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah memberikan klarifikasi menggunakan bahasa Inggris. 

Dalam pernyataannya, Giorgio membahas keterlibatan namanya yang ikut terseret dalam persoalan antara Sarwendah dan Ruben Onsu.

Namun, Betrand memilih untuk tidak memberikan banyak komentar terkait pernyataan pria yang akrab disapa Gio tersebut. Ia mengaku belum menyaksikan video klarifikasi yang dibuat oleh kekasih ibu angkatnya itu.

"Aduh kalau untuk masalah itu, aku nggak lihat."

"Aku bener-bener nggak lihat juga," ungkapnya. 

Jumlah Korban Meninggal Capai 105 Orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 105 jiwa hingga Rabu (26/8/2026).

"Pada hari ini kami memperoleh data ketambahan dua orang yang sehingga jumlah total yang meninggal dunia ada 105 ya, di mana yang meninggal ini akibat tidak langsung dari gempa bumi, sementara 48 akibat langsung gempa dan sisanya akibat tidak langsung,” kata Berton SP Panjaitan selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers secara virtual, hari ini.

Jumlah korban meninggal dunia tersebut bertambah 2 orang dibandingkan data sehari sebelumnya pada Selasa (25/8/2026).

Berton mengatakan, dari jumlah data korban meninggal tersebut, 42 persen di antaranya laki-laki, dan 58 persen perempuan.

“Jumlah korban yang meninggal berdasarkan kelompok umur, di antaranya, lansia 45 persen, dewasa 37 persen, anak-anak 12 persen, dan 5 persen balita dan batita,” ujarnya.

Korban luka-luka: 1.678 orang

Berton juga mengatakan, jumlah korban luka-luka saat ini bertambah 12 orang sehingga totalnya menjadi 1.678 orang.

“Dan tetap yang terbanyak adalah di Manggarai Timur dan Manggarai,” tuturnya.

Selain itu, dia juga mengatakan, terjadi penurunan dari pengungsi di Kabupaten Sikka sebanyak 6.094 jiwa. Namun, di daerah lain terjadi penambahan.

Dengan demikian, total pengungsi akibat gempa bumi mencapai 179.037.

“Tertinggi itu ada di Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur dan Manggarai Barat,” kata dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.