Gantian! Mahasiswa Turun Demo setelah Massa Pati Bubarkan Diri dari DPR RI
Laksmi Anindita August 27, 2026 06:55 PM

TRIBUNWOW.COM - Gelombang massa mahasiswa mulai berdatangan ke kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) siang.

Kedatangan mereka sempat diwarnai aksi adu dorong dengan aparat kepolisian di titik penyekatan kawasan Gerbang Pemuda.

Sebelumnya, massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) telah membubarkan diri dan meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.30 WIB.

Massa Pati membubarkan diri setelah Koordinator AMPB Supriyono alias Botok membacakan surat komitmen pimpinan DPR RI terkait target penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.

“Dari Pati pulang dulu. Terima kasih semuanya ya,” seru salah satu peserta aksi sambil berjalan meninggalkan Jalan Gatot Subroto, dikutip dari Kompas.com.

Tak lama setelah massa AMPB meninggalkan lokasi, gelombang pengunjuk rasa baru mulai berdatangan.

Mayoritas merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah mahasiswa mengenakan jas almamater dengan warna berbeda.

Baca juga: AMPB Sebut Negara Berantakan: Kita Tetap Mencintai Indonesia Meski Morat-marit

Beberapa di antaranya berasal dari Universitas Terbuka (UT), Bina Sarana Informatika (BSI), dan Universitas Pamulang.

Namun, pergerakan massa menuju Gedung DPR/MPR RI sempat tertahan di titik penyekatan di samping flyover Jalan Gerbang Pemuda, tepatnya di belokan menuju Jalan Gatot Subroto.

Ratusan personel kepolisian terlihat membentuk barikade untuk membatasi pergerakan massa.

Situasi kemudian sempat memanas hingga terjadi aksi adu dorong antara mahasiswa dan aparat sekitar pukul 14.05 WIB.

Massa mahasiswa bersama elemen masyarakat lainnya terus mendesak agar diberikan akses menuju depan gerbang utama DPR RI untuk menyampaikan aspirasi.

Di tengah situasi tersebut, seorang orator dari perwakilan mahasiswa Universitas Terbuka meminta massa tetap menjaga ketertiban.

Ia juga memprotes tindakan aparat yang menahan pergerakan massa.

“Kawan-kawan, perhatian kawan-kawan! Hidup mahasiswa! Pihak kepolisian menahan massa aksi, menahan kita semua untuk menuju ke dalam titik aksi gerbang DPR RI, kawan-kawan!” seru orator melalui pengeras suara.

Menurutnya, surat tersebut telah mencantumkan waktu dan lokasi aksi di depan Gedung DPR/MPR RI.

Pernyataan tersebut kemudian disambut seruan persetujuan dari massa yang masih tertahan di belakang barikade.

Saat situasi mulai memanas, orator kembali meminta massa untuk tetap kondusif.

Ia mempertanyakan alasan kepolisian melakukan penyekatan terhadap rombongan mahasiswa.

“Kembali kondusif! Posisi kita, surat aksinya sudah diberikan! Lokasinya sudah jelas! Waktunya sudah jelas! Tapi polisi menahan kita di sini!” ujarnya.

Setelah dilakukan koordinasi di lapangan, aparat kepolisian akhirnya membuka barikade penyekatan sekitar pukul 14.36 WIB.

Pembukaan akses tersebut langsung disambut tepuk tangan dari massa aksi.

Para mahasiswa kemudian bergerak bersama menuju kawasan depan Gedung DPR/MPR RI untuk melanjutkan penyampaian aspirasi.

Aksi unjuk rasa tersebut menjadi bagian dari rangkaian demonstrasi yang berlangsung di kawasan parlemen pada Kamis siang.

Massa membawa sejumlah tuntutan, salah satunya berkaitan dengan pembahasan RUU Perampasan Aset.

Baca juga: Dasco Tegaskan Pimpinan DPR Siap Mundur jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 2026

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.