TRIBUNPADANG.COM - UIN Imam Bonjol Padang membuka peluang kerja sama dengan India dalam bidang akademik, pengembangan sumber daya manusia, hingga program internasional bagi sivitas akademika.
Peluang tersebut dibahas Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, saat melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal India di Medan dan bertemu dengan Konsul Jenderal India, Mr. Ravi Shanker Goel, pada Selasa (25/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya UIN Imam Bonjol Padang menjajaki peluang kerja sama akademik, kelembagaan, dan pengembangan sumber daya manusia dengan berbagai institusi di India.
Dalam kunjungan tersebut, Rektor didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kepala Pusat International Office dan SDGs UIN Imam Bonjol Padang. Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Rektor Prof. Dr. Martin Kustati menyampaikan bahwa India memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis UIN Imam Bonjol Padang. Kerja sama ke depan diharapkan tidak hanya terbatas pada kerja sama kelembagaan, tetapi juga menghasilkan program yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Baca juga: Perkuat Pengelolaan Keuangan, UIN Imam Bonjol Padang Tingkatkan Kapasitas SDM
Peluang Short Course ke India bagi Sivitas Akademika, Salah satu peluang yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan program short course ke India yang terbuka bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan UIN Imam Bonjol Padang.
Bagi mahasiswa, short course dapat diarahkan pada penguatan wawasan akademik dan pengalaman internasional melalui pembelajaran di perguruan tinggi India, pengenalan budaya, kunjungan akademik, serta interaksi dengan mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara.
Sementara bagi dosen, program short course dapat dikembangkan dalam bentuk penguatan kompetensi akademik, visiting program, academic training, collaborative research, pengembangan jejaring keilmuan, serta kegiatan akademik lainnya.
Adapun bagi tenaga kependidikan, program dapat diarahkan pada peningkatan kompetensi profesional dan manajerial, pengelolaan layanan pendidikan tinggi, pengembangan sistem administrasi perguruan tinggi, digitalisasi layanan, serta praktik baik tata kelola perguruan tinggi di India.
“Peluang short course ini sangat menarik karena dapat melibatkan seluruh unsur sivitas akademika. Bukan hanya mahasiswa, tetapi juga dosen dan tenaga kependidikan. Dengan demikian, internasionalisasi dapat berjalan secara lebih menyeluruh dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas institusi,” ujar Prof. Dr. Martin Kustati.
Baca juga: Munas ke-13 Ma’had Al-Jami’ah PTKIN, UIN Imam Bonjol Padang Perkuat Jejaring Nasional
Dalam pertemuan tersebut, Konsul Jenderal India Mr. Ravi Shanker Goel juga menyerahkan sejumlah buku kepada UIN Imam Bonjol Padang untuk mendukung pengembangan India Corner di lingkungan universitas.
Buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi sumber literasi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat kampus untuk mengenal lebih jauh India, termasuk sejarah, budaya, pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan, masyarakat, dan hubungan India dengan Indonesia.
India Corner ke depan diharapkan tidak sekadar menjadi ruang koleksi buku, tetapi berkembang menjadi pusat literasi, informasi, dan interaksi akademik-kebudayaan India di UIN Imam Bonjol Padang.
Ruang ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diskusi, seminar, cultural exchange, pemutaran film, pameran, serta penyebarluasan informasi mengenai pendidikan dan peluang kerja sama dengan institusi di India.
Selain short course, pembahasan kerja sama juga membuka peluang pengembangan berbagai program lain, seperti student mobility, faculty mobility, staff mobility, joint research, guest lecturer, international conference, internship, collaborative community service, dan kegiatan pertukaran budaya.
Kepala Pusat International Office dan SDGs menyampaikan bahwa peluang kerja sama dengan India akan ditindaklanjuti dengan pemetaan perguruan tinggi dan institusi yang relevan sehingga kerja sama yang dibangun dapat menghasilkan program yang konkret dan terukur.
Menurutnya, penguatan kerja sama dengan India merupakan bagian dari strategi UIN Imam Bonjol Padang dalam memperluas jejaring global sekaligus memberikan lebih banyak akses internasional bagi sivitas akademika.
Kunjungan pada 25 Agustus 2026 tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun hubungan akademik dan kebudayaan yang lebih erat antara UIN Imam Bonjol Padang dan India.
Melalui kerja sama yang konkret, UIN Imam Bonjol Padang optimistis hubungan dengan India dapat berkembang menjadi kemitraan yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan, sumber daya manusia, penelitian, dan internasionalisasi universitas. (rls)