SDK Imbau Warga Cegah Kebakaran dan Tingkatkan Kewaspadaan, Sebut Ada 3.000 Titik Panas di Sulbar
Nurhadi Hasbi August 27, 2026 07:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ancaman kemarau panjang yang melanda Indonesia kini berdampak serius di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Barat (Sulbar)

Berdasarkan pemantauan terbaru, tercatat sekitar 3.000 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Sulawesi Barat.

Selain itu, sedikitnya 155 insiden kebakaran, baik yang melalap kawasan hutan maupun permukiman masyarakat, telah terjadi selama musim kemarau ini.

Baca juga: 2 Titik Kebakaran Lahan di Mamasa Masih Menyala, Gubernur Sulbar Perkuat Posko Karhutla

Baca juga: Aktivis HMI Soroti Pembatasan BBM Subsidi, Dorong Elektrifikasi Kendaraan Berkeadilan

Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama pemerintah di enam kabupaten bergerak cepat dengan membangun posko penanganan di daerah rawan untuk mempercepat pemadaman api.

Menurutnya, langkah tersebut tidak akan maksimal tanpa kerja sama penuh dari masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.

SDK Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Untuk itu, Gubernur mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya petani dan pekebun, agar tidak menggunakan metode pembakaran saat membersihkan atau membuka lahan baru.

Tindakan tersebut dapat melanggar hukum dan pelaku pembakaran dapat diproses secara pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Olehnya itu, saya berharap supaya kita mencegah, jangan melakukan pembakaran dalam bentuk alasan apa pun. Itu tentunya kita berharap bahwa Sulawesi Barat ini bisa terhindar dari kebakaran yang semakin meluas,” tegas Suhardi Duka.

KEBAKARAN LAHAN - Damkar gabungan berjibaku padamkan kebakaran lahan seluas dua hektar di Kelurahan Rangas, Mamuju, Sulbar, Selasa (25/8/2026)
KEBAKARAN LAHAN - Damkar gabungan berjibaku padamkan kebakaran lahan seluas dua hektar di Kelurahan Rangas, Mamuju, Sulbar, Selasa (25/8/2026) (Dokumentasi Pemprov Sulbar/humas pemprov sulbar)

“Saya kira itu imbauan saya. Semoga ini menjadi perhatian kita dan kita doakan semoga hujan segera turun, kemarau berkepanjangan ini bisa berhenti, dan kita Sulawesi Barat selamat dari karhutla dan kebakaran permukiman,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.