Warga Tulungagung Bongkar Kuburan Misterius yang Diyakini Makam Kuno Puluhan Tahun, Tak Ada Jenazah
Dwi Prastika August 27, 2026 09:22 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, David Yohanes

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Puluhan tahun warga Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, meyakini sebidang tanah di belakang rumah Imam Mustaujib (53) sebagai makam kuno.

Keyakinan itu muncul setelah sepasang nisan ditemukan di bawah akar pohon trembesi pada tahun 1995, meski tidak pernah diketahui siapa yang dimakamkan di sana.

Kamis (27/8/2026), warga akhirnya membongkar lokasi tersebut setelah berkonsultasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Tulungagung.

Namun, hingga tanah digali lebih dari 2 meter, tidak ditemukan tulang maupun jejak jenazah.

Pembongkaran dilakukan karena makam ini tidak pernah diketahui identitasnya, dan tidak ada cerita tutur di antara warga.

Sementara hasil konsultasi dengan Disbudpar, serta TACB Kabupaten Tulungagung, makam ini tidak pernah tercatat.

Makam juga tidak termasuk objek yang diduga cagar budaya, sehingga pembongkaran bisa dilakukan.

Berdasarkan penjelasan TACB Kabupaten Tulungagung, nisan makam diperkirakan berasal dari abad ke-16 sampai abad ke-17 masehi.

“Makam ini baru ditemukan sekitar tahun 1995. Sebelumnya di lokasi ini ada pohon trembesi besar,” tutur Imam, saat ditemui di lokasi penggalian makam.

Baca juga: Tak Ada Batas Waktu, Ziarah Makam Gus Dur di Ponpes Tebuireng Jombang Dibuka 24 Jam Selama Muktamar

Lanjutnya, pohon trembesi besar itu ditebang karena dibeli orang.

Saat penebangan itulah, ditemukan sepasang nisan di bawah akar pohon trembesi.

Karena penemuan dua nisan ini, warga berasumsi di lokasi itu ada makam.

“Maka sejak saat itu dua nisan itu dipasang, seolah di situ ada makam. Padahal tidak ada yang tahu sejarahnya,” katanya.

Sejak saat itu, warga hanya meyakini di lokasi itu ada makam kuno.

Namun tidak ada catatan resmi, tokoh kuno yang dimakamkan di area tersebut.

Selain itu, dari para sesepuh, tidak pernah ada cerita tutur terkait keberadaan makam itu.

Baca juga: Wasiat Sang Ibu Berujung Petaka, Pria di Bondowoso Dibacok Sepupu saat Siapkan Makam

“Jadi indikasi ada maka kuno hanya dari temuan dua nisan itu. Tidak pernah ada catatan resmi atau cerita warga,” tegas Imam.

Penggalian pun dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari para pihak terkait.

Namun ternyata, setelah digali lebih dari 2 meter tidak ditemukan jejak jenazah.

Baca juga: Polres Sampang Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Peringati Hari Bhayangkara ke-80

Ambil Sampel Tanah

Disaksikan warga sekitar, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Lurah Sembung, proses penggalian dihentikan.

Secara simbolis penggali makam mengambil sampel tanah dari dalam makam, dimasukkan ke dalam kendil besar.

Tanah ini akan dimakamkan di pemakaman Masjid Lama Tegal Arum, Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung, sebagai simbol pemindahan makam.

Selanjutnya, bekas makam ini diuruk kembali dan diaggap tidak ada lagi makam.

“Nisannya juga dibawa, dipakai dimakam baru. Di sana sudah ada 8 makam dari era kuno,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.