Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Kondisi Aef Heryadi, balita asal Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini terus mendapat perhatian dan pemantauan dari Puskesmas Tambaksari.
Balita yang sebelumnya diduga mengalami gizi buruk tersebut kini dalam kondisi sehat dan aktif setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Ciamis pada Rabu (26/8/2026).
Petugas Gizi Puskesmas Tambaksari, Reihan Amwaliyah, mengatakan berdasarkan pemantauan terbaru, kondisi Aef secara umum cukup baik.
"Kondisinya hari ini sehat, aktif. Makannya dua kali, sama telur. Telurnya direbus sama didadar," ujar Reihan saat dihubungi, Kamis (27/8/2026).
Baca juga: Daftar Menu Makanan Bergizi untuk Balita Gizi Buruk di Ciamis: Ada Siomay Ayam sampai Pempek Lele
Selain makanan, Aef juga tetap mendapatkan asupan susu secara rutin. Dalam sehari, susu diberikan sebanyak tiga kali sesuai dengan anjuran yang telah disampaikan.
Susu tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan nutrisi Aef selama menjalani pemantauan pertumbuhan dan kondisi gizinya.
Sebelumnya, Pemerintah Desa Kaso telah memberikan susu untuk membantu memenuhi kebutuhan Aef. Susu yang diberikan yakni SGM merah.
Namun, setelah Aef menjalani pemeriksaan di RSUD Ciamis, dokter memberikan rekomendasi susu yang perlu dikonsumsi untuk sementara waktu.
"Untuk susunya dari desa SGM merah biasa, tapi sekarang dimaksimalkan dulu pakai yang rekomendasi dokter, Susu SGM Optigrow," kata Reihan.
Dengan adanya rekomendasi tersebut, konsumsi susu Aef untuk sementara diarahkan mengikuti anjuran dokter. Pemberian susu dilakukan secara rutin tiga kali sehari.
Tak hanya memberikan makanan dan susu, pemantauan terhadap Aef juga akan dilakukan secara langsung oleh petugas Puskesmas Tambaksari.
Dihubungi terpisah, Programer Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Tambaksari, Teby Purba, mengatakan pihaknya akan mendatangi rumah Aef untuk melihat langsung kondisi balita tersebut.
"Kami besok akan memantau kondisi Aef ke rumahnya. Kami juga akan memastikan Aef mengonsumsi susu yang telah diberikan oleh RSUD Ciamis," ujar Teby saat dihubungi.
Menurutnya, pemantauan langsung penting dilakukan agar intervensi yang telah diberikan dapat berjalan sesuai dengan anjuran.
Terlebih, Aef saat ini masih membutuhkan pendampingan dalam pemenuhan kebutuhan gizinya.
Puskesmas akan melihat perkembangan Aef secara berkala, mulai dari kondisi kesehatannya, pola makan hingga konsumsi susu yang diberikan.
Langkah tersebut dilakukan agar kondisi Aef dapat terus terpantau dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan baik.
Baca juga: Keluarga Balita Gizi Buruk di Ciamis Masuk Desil 3 DTSEN, tapi Baru Diusulkan Bansos Tahun Depan
Sebelumnya, Aef menjadi perhatian setelah ditemukan mengalami masalah pada berat badan dan kondisi gizinya.
Puskesmas Tambaksari kemudian melakukan penjaringan dan pemantauan terhadap kondisi balita tersebut.
Aef selanjutnya dibawa ke RSUD Ciamis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mencari faktor yang berkaitan dengan berat badan Aef yang belum sesuai dengan harapan.
Dalam proses pemeriksaan tersebut, Aef juga mendapatkan rekomendasi terkait pemenuhan kebutuhan susu dan nutrisi.
Pihak Puskesmas Tambaksari memastikan pemantauan terhadap Aef tidak berhenti setelah pemeriksaan di rumah sakit.
Petugas akan terus mengawal perkembangannya, termasuk memastikan anjuran dokter benar-benar diterapkan di rumah.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan kondisi Aef semakin membaik dan berat badannya dapat meningkat secara bertahap sesuai dengan target pertumbuhan anak seusianya.(*)