SURYA.CO.ID, SURABAYA – Aksi kejahatan dua anggota komplotan pencuri sepeda motor di Jalan Mrutu Kalianyar, Wonokusumo, Semampir, Surabaya, berakhir tragis pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Dua bandit berinisial RWS (30) dan MW (26), warga Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya, terkapar, babak belur, dihajar warga setempat.
Pelarian kedua pelaku gagal total setelah sepeda motor Honda Beat milik korban berinisial SS (30) yang baru saja dibobol mendadak ngadat di jalan.
Baca juga: Polsek Rungkut Surabaya Tangkap Dua Spesialis Curanmor yang Beraksi di 6 Lokasi
Pencurian dilancarkan para tersangka dengan membobol kunci kontak motor yang terparkir di depan rumah korban menggunakan tuas kunci T rakitan.
Meski sempat dikendarai sejauh 100 meter, mesin kendaraan curian itu mendadak mogok hingga memaksa mereka mendororngnya di tengah kegelapan malam.
Korban bersama warga yang menyadari aksi itu langsung melakukan pengejaran cepat hingga berhasil menyergap kedua pelaku .
Amuk massa yang tak terelakkan membuat kedua tersangka menderita luka parah sehingga harus dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Baca juga: Dua Sepupu Maling Motor di Surabaya Belajar Bobol Kunci dari YouTube, Hasil Curian Buat Sabu
Kapolsek Semampir Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kompol Herry Iswanto, menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan awal kedua pelaku mengaku baru sekali beraksi.
Meski demikian, tersangka RWS diketahui merupakan seorang residivis kasus penyalahgunaan narkotika yang pernah ditangkap Polsek Kenjeran pada 2016.
"Kalau sesuai pengakuan dalam pemeriksaan, baru kali ini. Salah satunya pernah masuk penjara karena kasus narkoba. Yakni, RWS tahun 2016 oleh Polsek Kenjeran," ujarnya saat dihubungi SURYA.CO.ID, pada Kamis (27/8/2026).
Baca juga: Kronologi Terduga Maling Motor di Jagir Wonokromo Kritis Dihajar Warga, Kini Meninggal
Kompol Herry sangat menyayangkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga hingga membuat kondisi pelaku kritis.
Tindakan massa yang berlebihan itu justru menyulitkan polisi dalam menggali informasi jaringan kejahatan dan barang bukti lainnya.
"Serahkan pelaku kejahatan kepada petugas agar dilakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku," harapnya.
Guna mengantisipasi maraknya kejahatan jalanan, kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan kendaraan pribadi.
Petugas menyarankan pengendara memanfaatkan parkir resmi yang terpantau CCTV serta memasang kunci ganda tambahan seperti gembok roda.
Penggunaan alarm keras dan alat pelacak GPS tersembunyi juga sangat disarankan untuk memudahkan pelacakan jika kendaraan terlanjur hilang.
"Kami berkomitmen untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat. Semua laporan masyarakat tetap kami akan tindak lanjuti," pungkasnya.