SURYA.CO.ID, SURABAYA – Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa baru tak hanya dihadapkan pada sistem belajar yang berbeda, tetapi juga harus beradaptasi dengan lingkungan dan pola kehidupan yang baru.
Perubahan tersebut dapat memicu culture shock, terutama bagi mahasiswa yang merantau dan menemui budaya berbeda di daerah tempat mereka menempuh pendidikan.
Wakil Rektor I Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, M.Si., Psikolog, mengatakan masa transisi dari sekolah ke perguruan tinggi merupakan fase baru yang membutuhkan proses penyesuaian.
Menurut Amanda, culture shock dapat muncul ketika mahasiswa menghadapi situasi yang berbeda dari kebiasaan yang selama ini mereka jalani.
Baca juga: Ada Tren Baru di Basha – Paradis Surabaya, Produk Pria hingga Apparel Olahraga Makin Banyak
Perbedaan tersebut dapat terlihat dari sistem pembelajaran hingga tuntutan untuk lebih mandiri dalam mengatur waktu dan menyelesaikan tanggung jawab akademik.
“Ketika memasuki perguruan tinggi, mahasiswa akan menemukan banyak hal yang berbeda dibandingkan saat masih menjadi siswa. Mereka dituntut untuk lebih mandiri, mampu mengatur waktu, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri,” jelasnya.
“Perubahan tersebut sangat mungkin membuat mahasiswa baru merasa kaget atau tidak nyaman pada awal masa perkuliahan,” lanjut Amanda.
Ia menambahkan, perasaan tidak nyaman merupakan bagian yang wajar dalam proses adaptasi selama tidak berlangsung secara berlebihan dan tidak menghambat aktivitas mahasiswa.
Sejumlah kondisi seperti merasa bingung, cemas, kurang percaya diri, kesulitan membangun pertemanan hingga rindu terhadap rumah dapat dialami mahasiswa ketika memasuki lingkungan baru.
Karena itu, mahasiswa baru tidak perlu buru-buru mengambil kesimpulan ketika menghadapi masa sulit di awal perkuliahan.
Baca juga: Aktivis Lingkungan Melati Wijsen di PKKMB 2026 Untag Surabaya, Ajak Mahasiswa Baru Jadi Change Maker
“Jangan langsung menganggap bahwa ketika merasa tidak nyaman berarti salah memilih jurusan atau kampus. Berikan kesempatan kepada diri sendiri untuk beradaptasi dan mengenal lingkungan baru secara bertahap,” ujarnya.
Proses adaptasi mahasiswa baru juga perlu didukung lingkungan kampus yang memberikan rasa aman dan nyaman. Hal tersebut dapat membantu mahasiswa lebih mudah mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun relasi sosial.
Untuk membantu mahasiswa baru melewati fase adaptasi, Untag Surabaya menyiapkan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan mengedepankan suasana yang ramah.
Selain kegiatan pengenalan kampus, Untag Surabaya juga menyediakan layanan pendukung bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan dalam menghadapi berbagai persoalan selama menjalani perkuliahan.
Dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, Untag Surabaya menyediakan Pusat Layanan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan serta Pusat Layanan Psikologi yang dapat dimanfaatkan mahasiswa secara gratis.
Keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mencari bantuan ketika kesulitan beradaptasi atau menghadapi persoalan selama menjalani kehidupan perkuliahan.