Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa Demo, Saksi Mata Ungkap Detik-Detik Kericuhan
Hironimus Rama August 28, 2026 01:35 AM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Situasi di sekitar kawasan Slipi hingga Palmerah, Jakarta Barat, memanas menyusul aksi pembubaran paksa unjuk rasa oleh aparat kepolisian pada Kamis (27/8/2026) malam.

Dalam insiden tersebut, Pos Polisi Satlantas Wilayah Jakarta Barat yang berada di kolong flyover Slipi menjadi sasaran perusakan hingga dibakar oleh massa aksi.

Bangunan pos polisi berwana biru putih yang baru saja selesai menjalani perbaikan itu tak luput dari amukan massa di tengah pecahnya bentrokan.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Berujung Kericuhan di Pejompongan, Sejumlah Pelajar Dievakuasi Akibat Gas Air Mata

Royyan, salah seorang saksi mata di lokasi, menceritakan detik-detik saat kericuhan tersebut terjadi.

Menurutnya, segerombolan massa sempat terlihat berada di sekitar pos polisi sebelum akhirnya api tiba-tiba menyala dan kaca bangunan hancur dipecahkan oleh massa aksi.

"Terus gas air mata langsung meletus, massa langsung lari. Saya juga lari takut ketangkap," tutur Royyan, Kamis (27/8/2026).

Royyan menyebutkan bahwa massa aksi tidak sempat melakukan perlawanan berarti karena langsung kocar-kacir melarikan diri menghindari tembakan gas air mata ke arah Pasar Palmerah, Jakarta Pusat.

Ia bahkan melihat sejumlah peserta aksi sempat berjatuhan atau tergeletak di area SPBU Palmerah akibat kepanikan.

"Terus habis itu massa maju lagi ke arah lampu merah, terus enggak lama bubar," tandasnya.

Pelajar Sempat Nyanyikan Indonesia Pusaka

Sebelum insiden pembakaran pos polisi pecah, suasana di sekitar titik yang sama sempat diwarnai aksi damai oleh ratusan pelajar sekolah menengah.

Sekitar pukul 18.00 WIB, ratusan pelajar putih abu-abu terpantau berjalan kaki secara bergerombol meninggalkan gedung DPR RI menuju arah Petamburan, Jakarta Pusat.

Saat melintas di lampu merah Slipi, para pelajar tersebut sempat menyanyikan lagu wajib nasional "Indonesia Pusaka" sembari bertepuk tangan.

Pada saat itu, bangunan pos polisi di lampu merah Slipi tampak kosong tanpa ada penjagaan aparat, sementara empat unit mobil ambulans telah disiagakan di depan gedung Graha Slipi guna mengantisipasi jatuhnya korban luka.

Namun, situasi berangsur berubah tegang tatkala bentrokan dan aksi pembakaran pos polisi tak terhindarkan menjelang malam hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.