TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 20 tim dipastikan ambil bagian dalam Kejuaraan Medan Rafting Championship 2026 Series I (Deli River) yang akan berlangsung di Taman Maharani Aloha, Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28-29 Agustus 2026. Kejuaraan yang digelar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Medan tersebut menjadi ajang kompetisi sekaligus upaya memperkenalkan olahraga arung jeram kepada masyarakat luas.
Ketua Umum FAJI Medan, M Fadli mengatakan sebanyak 20 tim yang mengikuti kejuaraan tersebut terdiri dari 12 tim putra dan delapan tim putri. Seluruh peserta berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Kejuaraan ini juga dikemas dengan konsep Open Sumut sehingga memberikan kesempatan bagi atlet dari berbagai latar belakang untuk berkompetisi.
“Total peserta ada 20 tim, putra 12 dan putri delapan dari seluruh Sumatera Utara. Kita gelar Open Sumut,” ujar pria yang akrab disapa Lupus tersebut kepada Tribun Medan.
Menurut Fadli, antusiasme peserta terhadap kejuaraan tersebut cukup tinggi. Terlebih, setiap klub hanya diperbolehkan mengirimkan satu tim putra atau satu tim putri sehingga kesempatan mengikuti kompetisi dapat lebih merata. “Melihat antusias ini cukup bagus. Satu klub hanya boleh mendelegasikan satu tim, jadi tidak bisa dua tim putra atau dua tim putri. Minimal satu klub satu tim agar kuotanya bisa mengakomodasi lebih banyak tim,” katanya.
Lebih lanjut,ia menyampaikan,peserta yang ambil bagian juga berasal dari berbagai kalangan, mulai dari atlet pelajar, mahasiswa, hingga sejumlah mantan atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) yang sebelumnya telah meraih prestasi. Kondisi tersebut membuat persaingan dalam kejuaraan diprediksi cukup menarik karena mempertemukan atlet-atlet berpengalaman dengan peserta yang tengah berkembang.
“Banyak juga tim-tim baru, dari tingkat pelajar sampai mahasiswa. Ada juga mantan atlet PON yang kemarin meraih emas ikut bertanding,” jelas Fadli.
Baca juga: Kalahkan Persis Solo, PSMS Raih Kemenangan Perdana di Laga Pramusim
Selain pertandingan, Medan Rafting Championship 2026 Series I juga dirangkaikan dengan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kemampuan masyarakat di sekitar sungai. Pada Jumat (28/8), panitia akan menggelar aksi bersih-bersih sungai sekaligus pelatihan water rescue bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. “Besok kita ada aksi bersih sungai, pertandingan, dan pelatihan rescue untuk warga bantaran sungai,” ungkapnya.
Fadli berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan sungai. Di sisi lain, FAJI Medan juga menjadikan kejuaraan ini sebagai salah satu sarana untuk mencari dan mengembangkan bibit-bibit atlet arung jeram baru, khususnya dari Kota Medan dan Sumatera Utara.
Ia mengatakan saat ini terdapat sembilan atlet binaan FAJI Medan yang ikut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Mereka tersebar di sejumlah tim yang berlaga. “Untuk atlet binaan FAJI Medan ada sembilan atlet dan mereka tersebar di beberapa tim,” ujarnya.
Fadli menegaskan, para atlet Medan yang mengikuti kejuaraan harus mampu menunjukkan kemampuan terbaik. Pasalnya, penampilan mereka dapat menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pengurus dalam menentukan atlet yang akan dipersiapkan menghadapi agenda seleksi provinsi (Selekprov). “Harapannya atlet Medan harus mampu bersaing di kompetisi ini. Bisa jadi di sini juga pengurus melihat kemampuan atlet baru untuk dibina di Selekprov nanti,” katanya. (cr29/Tribun-Medan.com)